Minggu , Juni 7 2020
Home / BERITA / Setelah Berbagi Baju Hazmat, Unasman Kembali Bagi Paket Sembako

Setelah Berbagi Baju Hazmat, Unasman Kembali Bagi Paket Sembako

POLMAN, TAYANG9 – Setelah sebelumnya Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) menggelar aksi sosial dengan berbagi alat pelindung diri bagi petugas medis jenis Hasmat ke sejumlah Puskesmas, kembali Unasman menggelar aksi sosialnya dengan membagi sembako kepada masyarakat yang rentan terpapar covid-19 di Kabupaten Polewali Mandar.

Khusus pembagian sembako sengaja dilaksanakan, tiga hari terakhir ramadan, mulai dari Senin – Rabu, 18 – 20 Mei 2020 sebagai upaya meringankan beban warga ditengah covid-19 dan jelang hari raya idul fitri 1441 H.

Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin mengatakan, penyerahan sembako ini dilakukan oleh pihaknya sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang ruang geraknya dalam mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari menjadi terbatas akibat dampak covid-19.

“Ditengah kondisi pandemi ini dalam suasana bulan suci ramadan yang mendekati hari idhul fitri, maka kami melaksanakan program Unasman berbagi sebagai bentuk kepedulian kita terhadap warga, utamanya bagi saudara-saudara kita yang kehidupannya berada pada kategori tidak mampu. Selain itu pula pembagian sembako ini kami peruntukkan juga kepada para mahasiswa yang tidak melalukan mudik dan masih tetap tinggal di kostnya karena kesadaran mereka untuk tetap taat pada anjuran pemerintah,” tutur rektor jebolan doktoral bidang sosiologi ini.

Lanjut dikatakan, program Unasman berbagi itu diharapkan bisa bermanfaat dan setidaknya mampu membantu warga walaupun paket sembako yang diberikan jumlahnya tidak seberapa.

“Untuk hari ini, kami melakukan penyerahan sembako dan pada wilayah kelurahan madatte dan manding kepada warga yang tidak mampu. Dan pelaksanaannya dilakukan di ruang auditorium Prof. DR. KH. Sahabuddin kampus Unasman dan setelah ini, kami lanjutkan penyerahan sembako dengan mengunjungi langsung pemukiman warga sekaligus memberikan nasi kotak kepada warga yang melakukan aktivitas sore jelang berbuka puasa,” tutur putri sulung Prof. DR. KH. Sahabuddin ini.

Dalam penyerahannya, selain rektor Unasman, tampak pula sejumlah civitas akademika yang mendampinginya dalam penyerahan bantuan sembako yang berjumlah 500 paket dan disebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar itu.

“Proses penyerahan sembako ini dilakukan 2-3 hari dengan menyasar warga dengan kategori kurang mampu. Selain itu sembako juga diperuntukkan kepada warga yang mengais penghasilannya melalui kendaraan becak, bentor serta mahasiswa yang berhalangan mudik pulang lebaran tahun di karenakan covid 19,” tutur Chuduriah.

Sementara itu, Sudirman warga kelurahan Madatte yang menerima bantu sembako itu mengaku berterima kasih kepada Ibu Chuduriah dan Unasman atas kepeduliannya terhadap warga untuk berbagi paket sembako itu.

“Alhamdulillah terima kasih atas bantuan paket sembakonya dan kami rasakan sangat membantu, ditengah penghasilan kami yang kian minim karena penumpang sangat jarang yg diakibatkan wabah virus corona,” tutur Sudirman yang bekerja sebagai penarik becak. [**]

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Satu Nyawa Tak Tertolong, RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]