Tuesday , July 23 2019
Home / BERITA / Selisih 2 Suara Ratih “Runtuhkan” Sang Bapak Pembangunan Sulbar 
Ratih Megasari Singkarru (Foto:Net)

Selisih 2 Suara Ratih “Runtuhkan” Sang Bapak Pembangunan Sulbar 

Mamuju – Tayang9 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat, secara resmi telah menyelesaikan tahapan rekapitulasi perhitungan suara hasil Pemilu 2019 untuk Calon Anggota DPR-RI, di Hotel Srikandi Kabupaten Mamuju, Jum’at, 10/05/19.

Dalam hasil rekapitulasi perhitungan suara hasil Pemilu tersebut, Partai Nasdem Provinsi Sulawesi Barat, berpotensi besar untuk meloloskan 1 orang Calon Anggota Legislatifnya ke Senayan, setelah berhasil meraup suara sebanyak 93.943.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman Tribun-Timur.com, Caleg nomor urut 1 Anwar Adnan Saleh (AAS), yang tidak lain adalah mantan Gubernur Sulawesi Barat berhasil meraup suara sebanyak 30.944, sementara pesaingnya nomor urut 3 Ratih Megasari Singkarru, berhasil unggul 2 suara, setelah meraup sebanyak 30.946 suara.

Adapun Caleg nomor urut 2 Nuraidah Suhena, hanya mampu meraih 4.950 suara, sementara nomor urut 4 Salim.S.Mengga sukses meraih 22.717 suara. (Nurhadi/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat

Mamuju – Tayang9 – Konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang …

Diduga Pecat Aparatnya Secara Sepihak, 4 Kades di Campalagian Dilaporkan ke Ombudsman

Polewali – Tayang9 – Lembaga Advokasi Masyarakat Desa (LAMDES), secara resmi melaporkan 4 Kepala Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]