Minggu , Juni 7 2020
Home / GAGASAN / Sebab Corona, Dunia Gonjang Ganjing
ILUSTRASI GAMBAR [foto: @asmadi_taro]

Sebab Corona, Dunia Gonjang Ganjing

TAK terasa waktu terus bergulir. Kurang lebih tiga bulan corona telah tinggal berdiam suntuk di bumi Nusantara Indonesia, menyebabkan semakin banyak pula jatuh korban. Bahkan mencapai angka ribuan manusia yang terpapar dan begitu banyak pula yang akhirnya meninggal sebab corona.

Corona tidak melihat pangkat atau jabatan seseorang, corona tidak melihat titel atau keturunan seseorang, corona tidak melihat umur atau usia seseorang, semua bisa saja terjangkit oleh Virus Corona.

Corona makhluk goib, mahluk yang tidak terlihat namun pasti adanya, telah dibuktikan dengan kematian jutaan jiwa manusia, Corona telah menjadi penyumbang banyak bagi tercabutnya nyawa sejumlah manusia setiap harinya dan karenanya, membuat manusia dihantui dengan kematian.

Kehadiran Virus Corona khususnya di Bumi Pertiwi Indonesia membuat segala sesuatunya terlihat berubah drastis, yang awalnya manusia bebas melakukan aktivitasnya kini terbatas dengan bertamunya Virus Corona, bumi saat ini gonjang ganjing, semua terlihat semrawut

Dulu seseorang dibolehkan beraktivitas sesukanya, seperti berdagang, sholat berjamaah di Masjid, berkumpul sampai tengah malam, kini semua itu terlihat sirna dengan satu kali sulap yang di lakukan sang maha kuasa (Tuhan)

Himbauan Pemerintah kepada masyarakat untuk selalu tetap di rumah (stay at home) membuat sebahagian masyarakat resah gelisah, sebab siapa yang akan menghidupi kehidupannya, menghidupi sanak saudaranya.

Polemik Data Bansos

Program bantuan di keluarkan untuk mereka yang kehilangan pekerjaan (PHK), penyakit kronis semua seakan sebuah sandiwara, yang layak menjadi tidak layak, yang tidak layak menjadi layak sehingga membuat sebagian masyarakat fakir miskin terlihat merintih dengan fakta yang ada.

Hadirnya Pandemik Virus Corona merubah cara berfikir seseorang, dulu tidak ada yang mengaku dirinya miskin, kini hampir semua terlihat miskin karena dengan banyaknya bantuan yang di salurkan pemerintah, mulai dari BLT Dana Desa, BPNT, DTKS, Non DTKS, Kartu Prakerja, DLL

Karena banyaknya masyarakat yang tiba-tiba merasa dirinya miskin, sehingga keributan terjadi di kota-kota, kampung-kampung karena persoalan bantuan, di media sosial contohnya hampir semua membicarakan soal bantuan.

Berbagai kritikan pedis yang di lontarkan lewat bibir manisnya, bahkan ada yang menjudge (baca: menilai) pemerintah tidak transparan dan seterusnya.

Apatah lagi di tambah dengan data dan informasi yang tidak valid membuat keresahan di masyarakat, contohnya data DTKS yang di bawa ke Kantor Desa tidak semua mendapatkan bantuan, padahal informasi diawal oleh pembawa data DTKS semua akan mendapatkan bantuan, disisi lain salah satu pekerja di Dinas Sosial menyatakan bahwa tidak semua data DTKS itu bisa mendapatkan bantuan

Dengan menilik kasus diatas soal data dan informasi yang tidak jelas, menambah polemik baru bagi masyarakat yang mengharapkannya. Seakan pelaku menunjukkan ketidak tuntasan memahami sesuatu atau boleh jadi ada sesuatu yang dirahasiakan.

Semoga Virus Corona segera meminta pamit kepada seluruh warga Indonesia dan memohon maaf seraya berucap, “minal aidzin wal faizin,” agar seluruh masyarakat dapat beraktifitas kembali seperti biasanya. Amin…amin…amin…[karmuji/**]

Polewali, 20 Mei 2020

About KARMUJI

Alumnus salah satu perguruan tinggi ini selain berkhidmat di Ansor juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakat dan gandrung pada diskusi sosial, budaya dan keagamaan

Check Also

Covid-19, BLT DD dan Sejumlah Soal Atasnya

MENGUTIP lirik lagu Peterpan “ada apa denganmu” rasanya menjadi tepat jika dikaitkan dengan fakta pandemi …

Kisah Tonggo, Pepa’ dan Ringis

TAYANG9– Suatu waktu, ada tiga sahabat yang pergi ke Gunung, namanya Pepa’, Tonggo dan Ringis. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]