Selasa , April 7 2020
Home / ADVETORIAL / RDP Legislatif dan RSUD Majene Ricuh, Ada Aksi Banting Meja
Suasana ricuh saat RDP antara DPRD Majene dan pihak RSUD Majene

RDP Legislatif dan RSUD Majene Ricuh, Ada Aksi Banting Meja

Majene, Tayang9 – Rapat dengar pendapat (RDP) yang seharusnya berjalan mulus antara DPRD Majene dengan Direktur RSUD Majene, tiba-tiba saja terhenti dan sedikit ricuh. Pemicunya adalah ketika Ketua DPRD Majene, Salmawati Jamado meminta agar rapat gabungan dilakukan secara tertutup dan tidak diliput media

Saran dari Ketua DPRD Majene tersebut disusul dengan interupsi oleh anggota dewan lainnya. Buntutnya, permintaan Ketua DPRD Majene diprotes dengan aksi Wakil Ketua DPRD Majene, Adi Aksan, dengan membanting meja dalam rapat tesebut sebagai wujud protes atas RDP itu. Hingga membuat beberapa saat RDP dihentikan sementara.

“Ribut-ribut dalam rapat jangan ada yang salah paham. Jangan diartikan kita di DPRD ada yang mau menyerang seseorang, tidak ada seperti itu. Kita ingin mencari jalan keluar. Dalam rapat ini, kami ingin wartawan tetap tinggal, agar hasil RDP ini informasinya bisa disebarluaskan, agar masyarakat luar juga tahu,” ujar Adi Ahsan, kepada Media, Selasa (28/1/2020).

Digelarnya RDP ini untuk mengklarifikasi pihak Dinkes dan RSUD Majene, imbas kematian seorang pasien di rumah sakit Majene bernama Amaidah (15), warga Sendana meninggal dunia pada 24 Januari 2020 lalu.

Kasus ini menjadi tengah sorotan dan dikabarkan terlambat mendapat penanganan medis. Selain itu juga, pasien diduga menderita gizi buruk. (**)

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

DPD II Golkar Polman Sepakat Tak Beri Dukungan Kepada Kandidat di Musda, Begini Alasannya,

POLMAN, TAYANG9 – Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Provinsi Sulwesi Barat yang sedianya akan digelar …

Akibat Langka dan Mahal, Pemuda Galeso Buat Antiseptik Ramah Lingkungan

Polman, Tayang9 – Kelangkaan antiseptik saat ini membuat sekelompok pemuda di Desa galeso Kecamatan Wonomulyo, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]