GAGASANOPINI

Rajin Puasa, Kok! Berat Badan Malah Naik?

TAYANG9 – Puasa adalah ibadah menahan lapar dan haus dari waktu imsyak (jam empat) sampai tenggelamnya matahari atau selama empat belas jam, namun waktu ini tidak mutlak. Di belahan dunia lain puasa bisa sampai delapan belas jam dan ada juga yang kurang sepuluh jam.

Lamanya rentang waktu tersebut melahirkan anggapan bahwa puasa dapat menurunkan berat badan. Bahkan tak sedikit orang yang menjadikan puasa sebagai momen penurunan berat badan di sisi menjadikannya sebagai ibadah tentunya. Akan tetapi, anggapan ini jutsru bertentangan dengan realitas yang ada. Banyak lho orang yang rajin berpuasa berat badannya malah naik.

Sebelum lanjut membaca, FYI tulisan ini bukan bermaksud menjadikan puasa sebagai sarana menurunkan berat badan semata. Karena menjadikan puasa sebagai sarana penurunan berat badan semata akan mengurangi esensi ibadah puasa itu sendiri. Disini saya hanya ingin menjelaskan secara sederhana bagaimana di saat kita menahan lapar dan haus selama belasan jam berat badan malah naik.

Lanjut, jadi sebenarnya apa sih yang membuat sebagian orang yang berpuasa berat badannya malah naik ? Jadi begini kankawan, masalah naik turunnya berat badan sangat berkaitan dengan jumlah kalori yang masuk ke tubuh kita. Bila kita makan kalori melebihi kebutuhan kalori harian kita otomatis berat badan kita akan naik.

Misalnya, kebutuhan kalori harian anda 2000 kalori, kemudian anda makan tiap hari 2500 kalori otomatis berat badan anda akan naik sebab ada sisa 500. Sisa kalori akan diubah oleh hormon insulin kita jadi timbunan lemak. Ini ibaratnya kita naik mobil dari Mamuju ke Majene dengan bensin sepuluh liter, namun bensin yang terpakai hanya enam liter. Jika mobil itu tubuh kita, empat liter yang tersisa akan dikonversi oleh tubuh kita jadi lemak. Sehingga berat badan pun naik.

Nah, biasanya kenaikan berat badan saat puasa terjadi karena kita kalap makan saat malamnya. Melahap aneka jenis makanan saat berbuka Apalagi banyak makan yang manis-manis dan gorengan itu sangat berpotensi menaikkan kalori dalam tubuh secara eksponensial.

Contoh pola makan yang menaikkan berat badan. Misalnya anda berbuka dengan menyantap empat bakwan, itu berarti anda telah memakan 600 kalori. Selanjutnya anda makan es pisang ijo satu porsi yang kisaran kalorinya 300 kalori. Setelah pulang tarwih anda makan lagi empat bakwan dan nasi campur lauk dengan porsi biasa yang kisaran kalorinya 300 kalori. Nah kalau dijumlah semua, kalori totalnya adalah 1800 kalori. Ini belum masuk cemilan dan makan sahur nanti, kalau ditotal bisa-bisa sampai 3000 kalori. 3000 kalori ini sudah melebih kebutuhan kalori manusia pada umumnya yakni sekitar 2000 kalori.

Jadi, kalau kankwan yang ingin menurunkan berat badan saat berpuasa, rumusnya anda harus mengurangi asupan kalori anda. Sebelum itu, anda mesti mengetahui dulu berapa kebutuhan kalori harian anda. Anda bisa chek digogle dengan mengetik TDEE di kolom pencarian. Setelah itu anda akan diminta mengisi data-data mengenai berat badan, tinggi, umur dan intensitas aktivitas fisik karena empat variabel tadi menentukan kebutuhan kalori tiap orang.

Barulah anda mengurangi jumlah asupan kalori harian anda di bawah jumlah kebutuhan kalori harian anda. Karena saat kita memangkas asupan kalori harian kita, tubuh kita akan mengambil kalori dari dalam lemak untuk menutupi kekurangan kalori harian tubuh kita. Inilah yang membuat berat badan turun.

FYI Berat badan turun paling maksimal adalah satu kilogram per minggu. Atau memangkas 500 kalori dari kebutuhan kalori harian kita dengan cara menyicilnya. Kita gak boleh berlebihan memangkas kalori gaes, karena organ-organ dan sistem tubuh kita membutuhkan kalori sebagai energi untuk bekerja, kalau mereka kekurangan kalori dalam jumlah yang banyak mereka jadi kesulitan bekerja, bisa keok mereka.

Nah untuk lebih detailnya bagaimana ilustrasi defisit kalori, saya kasi permisalan. Misalnya, kebutuhan kalori harian saya adalah 2200, nah saya kurangi 500 kalori jadinya saya makan 1800 kalori per hari. Jadi dalam sehari saya bisa makan 7 gram nasi yang kandungan kalorinya adalah 910 kalori, 3 butir telur rebus yang kandungan kalorinya adalah 210 kalori, pepaya 200 gram kandungan kalorinya 100 kalori dan begitu seterusnya sampai mencapai 1800 kalori. Untuk informasi kandungan kalori tiap jenis makanan anda bisa cari tahu di google.

Lalu bagaimana dengan makan gorengan, apakah berat badan bisa turun walau memasukkan gorengan dalam menu diet kita? Selama kita masih defisit kalori berat tetap turun. Bahkan boleh makan kapan saja dan berkali-kali selama kita masih defisit kalori. Nah karena konteksnya adalah puasa anda bisa memenuhi kebutuhan kalori tubuh anda saat berbuka puasa, seusai tarwih atau sahur.

Kalau bisa sih, kurangi dulu lah makan yang manis-manis dan berminyak soalnya makanan-makanan itu kalorinya banyak. Kalau bisa diganti dengan buah-buahan dan sayur-sayuran sebab kalorinya rendah tinggi nutrisi pula.

Lalu bagaiman dengan berolahraga, apakah diet defisit kalori membuat berat badan tetap turun walau tidak berolahraga? Yah, berat badan tetap turun selama masih defisit kalori. Tapi sebaiknya dibarengi berolahraga karena itu membantu melancarkan metabolisme tubuh serta membakar kalori. Apalagi olahraga di menjelang buka puasa itu sangat bagus karena di saat itu tidak ada makanan di perut sebagai sumber kalori, maka tubuh akan memecah lemak untuk mengambil kalorinya sebagai sumber energi untuk dipakai berolahraga.

Selamat mencoba..

MUHAMMAD GUFRAN

Sarjana biasa-biasa yang kebetulan hobi menulis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button