OPINI

Prioritaskan Beasiswa Pendidikan di Polewali Mandar

PADA era millenial seperti saat ini yang serba kompetitif, sangatlah dibutuhkan kapasitas keilmuan serta skill setiap individu manusia.

Dalam aspek pendidikan setiap pelajar, dan Mahasiswa yang mempunyai prestasi yang baik seharusnya ditopang beasiswa, untuk melanjutkan sekolahnya pada jenjang yang lebih tinggi, apalagi kalau mereka terbatas secara ekonomi.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YYSC) Jakarta Rasdiana  23/10/2017 bahwa, “Data anak putus sekolah terbanyak di Kabupaten Polewali Mandar 35,61 % Mamuju 17,11 %, Mamasa 16,59 %, Majene, 15,83 %, dan Mamuju Utara (Pasangkayu) 9,16 %,” terang Rasdiana di Laman Sulbar Ekspress.

Tingginya angka anak putus sekolah di Polewali Mandar salah satunya diakibatkan oleh keterbatasan biaya pendidikan, padahal Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
“Kalimat inilah yang tertuang pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945,” Artinya pendidikan itu adalah hak mutlak untuk setiap warga usia dini, usia sekolah, remaja dan orang tua, hak untuk mengenyam pendidikan dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi.

Negara, dalam hal ini pemerintah pusat sampai daerah dituntut kehadirannya, untuk merasakan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh rakyatnya. Sehingga masyarakat bisa menikmati pendidikan yang layak dan bermutu serta diharapkan nantinya, dapat memberi kontribusi positif terhadap segala sendi kehidupan di daerahnya.(*)

SYAMSUL BAHRI

Selain dikenal sebagai aktifis dalam dunia pergerakan saat tercatat sebagai mahasiswa, pria alumnus Universitas Al Asyariah Mandar ini juga sebelumnya adalah Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Polewali Mandar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button