BERITASTRAIGHT NEWS

PPP Usung Salim Mengga Sebagai Cabup Polman, Ini Alasannya!

TAYANG9-Sesuai hasil keputusan pengurus DPP PPP, Jendral Salim Mengga akhrinya secara resmi diusung sebagai calon Bupati Polman di Pilkada Polman berpasangan dengan Warwan sebagai calon wakil.

Kepada media ini, Sahbuddin M Sanusi, Sekertaris DPW PPP Sulbar membenarkan hal itu. Dikatakannya, sesuai hasil musyawarah DPC PPP Polman, memutuskan satu nama ke pengurus DPP PPP, yaitu Jendral Salim Mengga sebagai bakal calon Bupati di Pilkada Polman. Kata Sahbuddin, walaupun sebelumnya telah dibuka oleh DPC PPP Polman, ada dua nama calon Bupati, akan tetapi keputusan untuk mengusung Salim Mengga sesuai hasil dari keputusan DPP PPP pusat.

“Kami sebagai pengurus wilayah yang juga fasilitator, atau PHP membuat surat pengantar rekomendasi bakal calon yang diusung. Dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh pengurus partai PPP sudah menjadi keputusan final untuk mengusung Jendral Salim Mengga,” ungkap Sahbuddin saat ditemui diruangannya, di gedung DPRD Polman, Rabu (27/2).

Salah satu pertimbangan diusungnnya Salim Mengga, Lanjut Sahbuddin, karena adanya beberap indikiator penilaian terhadap figur yang diusung. Salah satunya, kapabilitas dari seorang calon, komitmen dan rekam jejaknya.

“Kami punya indikator penilaian kenapa PPP mendukung pak Salim. Pertama, dari yang saya sudah sampaikan untuk mendukung seseorang dilihat dari kapabilitasnya. dan yang kedua adalah bagaimana komitmen dari calon yang diusung, atau orang mandar mengatakan “todziang siri’na”. Yang ketiga dilihat dari rekam jejaknya, seperti apa mereka,” beber Sahbuddin legislator dapil 3 itu.

Selain itu, tambah Sahbuddin, keputusan PPP mengusung pasangan Salim-Marwan di Pilkada Polman, dinilainya merupakan pasangan yang ideal. Sebab, khusus untuk Sali Mengga, punya track rekor sebagai militer hingga politisi.

“Nah sehingga pasangan Salim-Marwan menurut DPC PPP, tidak diragukan lagi. Beliau ini mantan panglima, beliau ini punya nawaitu, dan saya sangat yakin jika beliau akan mampu membangun Polman lima tahun kedepan. Saya kira keputusan PPP tidak akan merubah arah dukungannya di Pilkada Polman. Sehingga keputusan DPP ini wajib untuk diikuti, kalau ada kader PPP yang tidak mau dalam keputusan itu, konsekuensinya tegas. Kita akan pecat,” tegasnya.

Sahabuddin juga menegaskan jika pengurus PPP tidak ada lagi kepengurusan dualisme terutama ditingkatan pengurus DPC hingga DPW.

“Saya tegaskan lagi, kubu-kubuan pengurus PPP untuk di Sulbar tidak ada. Jika hari ini ada yang mengaku sebagai pengurus, itu tidak masuk dalam kepengurusan struktur. Yang masuk dalam pengurus struktur adalah orang yang sudah mendapat SK kepengurusan partia dari DPP yang disahkan oleh pemerintah,” ucap Sahbuddin.

NASRUL MASSE

Anak pelaut yang ingin menulis dan membaca di daratan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button