GAGASANOPINITERKINI

Menangkan Pertarungan Hidup Ala Naruto

Oleh: Muhammad Gufran

SAAT menikmati hidangan buka puasa, saya selalu kawinkan dengan nonton aksi Boruto (anak Naruto) di global tv, tapi entah kenapa, sekalipun yang jadi tokoh sentral adalah Boruto saya justru masih lebih tertarik pada Naruto. Padahal di serial itu Naruto sudah jarang muncul.

Saya memang penikmat serial Naruto sejak SMA tapi bukan sampai pada level penggila yang hapal semua nama-nama tokoh, sekalipun tokoh yang jarang muncul, tapi waktu kuliah saya sempat berhenti ikuti ceritanya. Namun sekarang, keinginan untuk menyimak cerita di tiap episode serial Naruto tumbuh lagi, macam CLBK.

Kalau dulu saya tertarik anime ini karena pertarungannya yang epik dan dramatisasinya. Saya sekarang lebih tertarik pada karakter Naruto sendiri, Tokoh Utama. Yups anak kecil berambut kuning yang sering bertindak kurang perhitungan sehingga tak jarang kelakuannya mengundang kocak. Namun bukan hal itu yang buat saya tertarik. Semangatnya.

Naruto dikucilkan oleh penduduk desanya, Desa Konoha, dia dianggap anak terkutuk karena seekor monster rubah ekor sembilan disegel dalam perutnya yang dulu pernah memporak-porandakan desanya. Karenanya, Naruto tidak dianggap ada oleh penduduk desa Konoha. Dia dianggap masa lalu suram desa Konoha.

Kesedihan demi kesedihan dia rasakan, ditambah bapak dan ibunya sudah tiada, namun dia tidak bermental korban, dia bertekad untuk merubah nasibnya, dia mau menjadi seorang hokage (pemimpin desa Konoha) agar penduduk desa bisa mengakui keberadaannya.

Dari tekad yang kuat itu, lahirlah semangat yang luar biasa, dia rela terlunta-lunta berproses untuk menjadi seorang Hokage, namun semangat itu ternyata berefek pada orang lain, semangat itu menular ke teman-temannya seperti ke Hinata, Sakura, Sasuke dan lain-lain.

Saat menjalankan misi ke Desa Nama, dia bertemu anak kecil yang lebih muda darinya bernama Inari, Inari merupakan seorang anak yatim, bapaknya meninggal karena dibunuh seorang penguasa yang ada di desanya. Dia terus menangis kala sendirian. Meratapi kepergian bapaknya.

Bagi Inari,Naruto terlihat kurang respek pada masalah Inari, sambil menangis Inari berkata pada Naruto bahwa Naruto belum memahami kesedihannya dan apa yang dialaminya, padahal keadaan Naruto sendiri lebih menyedihkan. Dalam keadaan emosional Naruto mendamprat inari dengan berkata “Maksudmu orang yang tertindas itu hanya bisa ketakutan dan mengangis saja ?
Orang bodoh sepertimu hanya bisa menangis. dasar cengeng!!”

Inari memikirkan terus kata-kata Naruto, sampai akhirnya dari kata-kata Naruto itu dia mau berbuat, tak mau lagi meratapi kesedihan, tak mau lagi menyerah pada keadaaan, iapun mengajak seluruh penduduk desa untuk melawan penindasan di desanya, ini tidak mudah bagi inari sebab penduduk desa takut pada penguasa itu.

Walau sempat ditolak, tak disangka, ajakannya ternyata dipenuhi, seluruh penduduk desa berkumpul untuk melawan penindasan, akhirnya penduduk desa berhasil keluar dari cengkeraman penguasa itu. Secara tidak langsung itu berkat semangat hidup Naruto yang ditularkan pada Inari.

Juga, setiap kali Naruto jatuh, dia selalu ingat mimpinya, setiap kali ia ingat mimpi, dia langsung bangkit, itu sering terjadi ketika Naruto sedang bertarung. Yang paling dramatis adalah saat melawan Neji di ujian chunin, Naruto sudah dianggap akan kalah, dia sudah batuk darah, namun dia tidak mau kalah oleh keadaan. Dia ingat mimpinya kembali, akhirnya semangatnya kembali menyala-nyala. Bermodal semangat itu dan sisa tenaga yang ada dia berhasil mengalahkan Neji.

Bagi saya Naruto bukan sekedar Anime, banyak pesan moral di dalamnya.

Naruto mengajarkan bahwa keadaan boleh tidak berpihak pada kita, tapi kita tetap bisa memilih sikap. Entah memilih menyerah lalu terus-terusan hidup dalam ketidaknyamanan atau berusaha merubah keadaan lalu keluar dari ketidaknyamanan.

Untuk merubah jalan hidupnya, Langkah awal yang diambil Naruto adalah bermimpi disertai keyakinan bahwa mimpi itu bisa dia wujudkan dari situ Lahirlah tekad.

Tekad yang kuat itu juga akan berefek pada orang lain. Seperti semangar Naruto yang ditularkan pada Inari.

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button