BERITASTRAIGHT NEWS

Kumpulkan Imam Masjid dan Pendeta, Bawaslu Polman Lawan Politik Identitas

TAYANG9-Politik identitas dianggap momok bagi bergeraknya pertumbuhan demokrasi, utamanya ditengah tahapan Pemilu 2019 ini. Sehingga dipandang penting untuk melibatkan sejumlah pihak dalam upaya untuk melawan politik identitas itu. Begitu salah satu benang merah yang terungkap dari gelaran sosialisasi pengawasan pemilihan umum yang berlangsung di salah satu hotel di Polewali.

Acara yang dibesut Bawaslu Polman selama dua hari dan berlangsung sejak Ahad 07 hingga Senin 08 April 2019 itu, selain menghadirkan imam masjid dan pendeta serta majelis gereja dari enam belas kecamatan se-Kabupaten Polewali Mandar. Juga tampak meghadirkan kaum difabel serta lima koordinator forum warga yang dibentuk oleh Bawaslu Polman di lima wilayah di Polman beberapa waktu yang lalu.

Saifuddin, Ketua Bawaslu Polman, dalam sambutan pembukaan acara itu mengatakan, pihaknya secara khusus menghadirkan sejumlah tokoh itu untuk meminta kerelaan terlibat dalam pengawasan pemilu 2019 ini.

Hal itu dikarenakan, masih menurut Saifuddin, dalam data indeks kerawanan pemilu (IKP) salah satu hal yang mengemuka adalah, tengarai adanya politik identitas yang mengatasnamakan suku, agama dan ras yang digelindingkan oleh sekelompok orang yang memanfaatkan, suku, agama dan ras serta politik uang untuk kepentingan politik pragmatisnya.

“Jadi kita sepakat disini tidak ada itu peran agama, tidak ada itu politik agama, yang ada adalah kepentingan orang-orang tertentu yang memanfaatkan agama. Sehingga hari ini, kami mengundang tokoh-tokoh agama untuk juga ikut terlibat dalam pengawasan sukarela dan sosial. Karena pemilu ini bukan hanya tugas KPU dan Bawaslu, tapi juga adalah tugas kita bersama”, ucap Saifuddin.

“Nah, Bawaslu hari ini saya kira tidak punya kekuatan lebih, maka hari ini, kekuatan yang kita harapkan itu adalah dengan melibatkan seluruh warga masyarakat. Harapan kita, bapak ibulah tokoh-tokoh yang punya banyak jamaah, punya banyak warga untuk menyampaikan ini, tentu saja dalam pesan-pesan moral sesuai dengan bingkai keagamaan kita masing-masing,” tukasnya.

Ketua Bawaslu juga berharap, para tokoh agama yang dihadirkan bisa dijadikan agen-agen sosial untuk melawan hal-hal yang dapat menciderai demokrasi bangsa Indonesia.

“Kami meminta kerelaan untuk melawan bersama-sama yaitu melawan politik identitas, melawan sesuatu yang sifatnya tidak benar, lalu kemudian ada unsur SARA didalamnya, dan yang ketiga kita ingin melawan money politik, sebab siapapun yang terpilih, kita berharap semuanya adalah orang-orang yang dikehendaki oleh kita semua,” tutupnya.

Patut dicatat dalam acara yang diselingi diskusi alot dengan peserta itu, selain dihadiri Saifuddin sebagai pemateri, juga dihadiri empat nara sumber dari unsur pimpinan Bawaslu Polman, mulai dari Arham Syah, Suaib, Usman dan Sumarding.

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button