Friday , August 23 2019
Home / ADVETORIAL / Kukuhkan Paskibraka Mamuju, Ini Pesan Irwan Pababari
Wabup Mamuju Irwan Pababari saat mengukuhkan anggota Paskibraka.(Foto :HMS-MMJ)

Kukuhkan Paskibraka Mamuju, Ini Pesan Irwan Pababari

Mamuju – Tayang9 – Jelang pelaksanaan peringatan Hut kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Mamuju secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), yang akan bertugas di upacara proklamasi 17 Agustus 2019 mendatang, di Ruang Pola Kantor Bupati Mamuju, Kamis, 15/08/19.malam.

Wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari yang memimpin langsung pengukuhan terhadap 71 orang Paskibraka tersebut, mengatakan bahwa mereka bukan hanya untuk mengibarkan bendera merah putih saja, tapi lebih dari pada itu mereka membawa harkat dan martabat daerah Sulawesi Barat, khusunya Kabupaten Mamuju.

“Saudara jangan berpikir hanya membawa secarik kain berwarna merah putih, tapi makna dibalik itu adalah perjuangan kemerdekaan oleh para pahlawan kita, kembali kita bangkitkan semangatnya, bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, bagaimana kita menjaga rasa kesatuan dengan sebaik-baiknya dan mempertahankan Indonesia dengan sebaik-baiknya,” ucap Irwan Pababari.

Selain itu ia juga menambahkan, selaku pemerintah Kabupaten Mamuju sangat mempercayai langkah awal dari 71 orang Paskibraka tersebut.

“Saya percaya ini adalah starting saudara untuk menjadi manusia yang terbaik.” tutupnya. (Hms/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ombudsman Sulbar Buka Pos Pengaduan di Kecamatan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan proses tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat, tim Penerimaan dan …

Di Forum Muktamar, PKB Mamasa Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Polewali – Tayang9 – Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mamasa, dipastikan akan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]