Rabu , Oktober 21 2020
Home / BERITA / FEATURE / HT Motor Pakar Over Size di Polewali Mandar

HT Motor Pakar Over Size di Polewali Mandar

SUARA desis mesin over size atau cilynder boring berkekuatan 250 watt itu berbunyi nyaring. Sahrul (23) sang mekanik yang telah amat piawai itu tengah menjalankan mesin dan mengerjakan begitu detail salah satu blok milik pelanggangnya.

Di ruang kamar depan samping rumah Hatta dan telah disulap menjadi ruang workshopnya itulah, puluhan pelanggang setiap harinya datang untuk meminta jasa perbaikan ukuran boring dan atau penggantian seher atau stang seher motornya.

Hatta (45) owner sekaligus pemilik usaha itu kepada media ini mengatakan, puluhan tahun yang lalu dirinya bekerja di sebuah bengkel motor milik salah satu warga pribumi di Wonomulyo, namun belakangan dirinya kemudian memilih usaha mandiri itu dengan membangun sendiri usahanya dari nol.

“Jauh sebelum saya berkeluarga usaha ini telah saya jalani. Awalnya saya hanya gandrung pada motor saja, namun belakangan garis nasib kemudian menggiring saya untuk secara serius dan total bekerja dalam jasa perbaikan mesin penggerak inti motor ini,” beber Hatta.

Hatta yang alumnus sekolah teknik mesin jurusan otomitif ini mengatakan, dalam satu hari mekaniknya yang juga tidak lain adalah adiknya sendiri itu mengerjakan hingga puluhan blok motor.

“Alhamdulillah dalam satu hari kami mengerjakan puluhan motor dengan berbagai masalah, mulai dari problem bloknya yang ukurannya dinaikkan, hingga kepada penggantian seher, ring dan stang seher. Itu kami kerjakan dengan penuh keseriusan,” beber Hatta serius.

Tak pelak, usaha Hatta yang dijalani itu, kini telah menarik berbagai pelanggang yang berasal dari sejumlah bengkel dari berbagai daerah. Tidak tanggung-tanggung jasa yang dilayaninyapun telah merambah hampir semua kabupaten yang ada di Sulbar. Seperti Mamuju, Mamasa, Majene dan dari Polman sendiri.

“Iya dari Mamuju dan Mamasa bahkan dari luar Sulbarpun sering ada yang datang ke kami, termasuk dari Pinrang dan Parepare serta Sidrap. Ini karena kami berusaha bekerja dengan amat teliti dan detail. Intinya kami melayani dengan prima dan selalu berprinsip bahwa kepercayaan dan kepuasan pelanggang adalah hal yang paling utama dan amat penting,” ujar Hatta yang belum lama ini pulang Umrah bersama keluarganya.

Hatta, owner sekaligus pemilik usaha HT Motor saat didatangi media ini di rumahnya yang juga menjadi tempat worskhopnya

Tidak itu saja, usaha yang dijalaninya kinipun tidak hanya melayani perbaikan seperti over size, namun juga penjualan sparepart pun telah disediakan. Yang menurut Hatta semua itu dilakukan untuk memanjakan pelanggangnya sehingga tidak harus datang membawa saparepart seperti ring dan seher juga poring.

“Kami juga melayani sejumlah penjualan sparepart untuk penggantian ring, seher dan stang seher serta poring,” urainya.

Dikatakan Hatta pula, dirinya juga mengerjakan segi tiga motor yang rusak setelah mendapatkan benturan keras, “kami juga mengerjakan segitiga yang rusak, misalnya ketika bengkok setelah mendapatkan benturan keras oleh si pemilik motornya. Nah semua itu kami kerjakan dengan detail dan selalu berusaha untuk mengembalikan seperti semula adanya,” katanya.

Intinya menurut Hatta, dirinya melayani dengan hati dengan mengandalkan profesionalisme yang cukup tinggi. Sehingga setiap pelanggang yang datang sedapat mungkin dipuaskan sesuai dengan keinginan mereka.

Tak heran pada siang, Ahad 25 November dalam cuaca yang agak mendung saat media ini bertandang ke ruang kerjanya di Kediri desa Sidorejo itu, mesin cilynder boring itu masih setia bergerak dan seakan berpacu dengan mesin kipas angin yang ada dalam ruang workshop yang penuh dengan oli dan serbuk sisa pembuangan mesin itu. [/*]

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Tradisi Mangakkai’ di Kampung Sumarorong

Oleh : Tadius Sarrin Wujud Penghargaan atau penghormatan bagi arwah yang sudah meninggal pada beberapa …

Lero, Peradaban Islam Mandar di Lasinrang

SUDAH sekian tahun diliputi rasa penasaran, akhirnya penulis bisa menjejakkan kaki pertama kali di Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]