Friday , August 23 2019
Home / ADVETORIAL / Habsi : Kita Ingin Maksimalkan Pembayaran Zakat Khususnya Bagi ASN
Saat Bupati Mamuju Habsi Wahid melakukan prosesi pembayaran zakat.

Habsi : Kita Ingin Maksimalkan Pembayaran Zakat Khususnya Bagi ASN

Mamuju – Tayang9 – Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid mengatakan, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju, diharapkan dapat menjadi contoh terhadap masyarakat, dalam pembayaran zakat.

Menurut Habsi Wahid, pihaknya dilingkup Pemkab Mamuju berkeinginan untuk memaksimalkan pembayaran zakat, terkhusus bagi para ASN dilingkup Pemkab.

“Kita ingin memaksimalkan pembayaran zakat khususnya bagi Pegawai Negeri Lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju, baik itu Zakat Fitrahnya, Zakat Mall nya bisa dibayar melalui Badan Amil Zakat sehingga  kita harapkan dapat mencontoh apa yang dilakukan ASN kita” ucap Habsi, usai menghadiri acara Pemkab Mamuju berzakat melalui Baznas di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis, 23/05/19.

Pada acara dengan tema Keteladanan Zakat Pemimpin program zakat serentak tersebut, pembayaran zakat dimulai dengan Bupati selaku Pimpinan tertinggi di Kabupaten Mamuju menyerahkan zakat kepada petugas Baznas yang dipimpin oleh Arifin HP Dara.

Setelah Bupati dilanjutkan Wakil Bupati yang menyerahkan Zakat profesi, kemudian Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, Beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ASN dalam Lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Untuk diketahui, sesuai Hasil Keputusan Rapat tentang Penetapan Zakat Fitrah TaHUN 1440 H/ 2019 M. besaran zakat fitrah yakni, 4 liter beras per jiwa. Jika di nilai dengan uang maka rinciannya, Beras Merah  seharga 16.000 dikali 4 liter  jadi 64.000 / jiwa, Beras Premium (Presiden Rice, Beras Teratai, Beras Putri Duyung, Beras Putri Bugis, Beras 42, Beras Nurmadinah, Beras Maleo, Beras Ayam Jantan) seharga 14.000 dikali 4 liter jadi 40.000 / jiwa, Beras Medium (Beras Mawar Melati, Beras Sinar Madinah, Beras Ciliwung, Beras Ayam Jago, Beras Nanas, Beras Naruto, Beras Bambu, Beras Walet, Beras Mawar Merah, Beras Bagong) seharga 9.000 dikali 4 liter jadi 36.000. (*/FM) 

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ombudsman Sulbar Buka Pos Pengaduan di Kecamatan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan proses tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat, tim Penerimaan dan …

Di Forum Muktamar, PKB Mamasa Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Polewali – Tayang9 – Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mamasa, dipastikan akan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]