Monday , December 9 2019
Home / BERITA / Adnan Nota : Kalau NU Dilupakan Sulawesi Barat Ini Bisa Celaka
Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Sulawesi Barat Adnan Nota, saat sambutan diacara pembukaan PKL dan Susbalan GP.Ansor Sulbar.

Adnan Nota : Kalau NU Dilupakan Sulawesi Barat Ini Bisa Celaka

Polewali – Tayang9 – Ketua Tanfidz PWNU Sulawesi Barat Adnan Nota, berharap pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat, agar tidak pernah melupakan keberadaan Nahdatul Ulama (NU).

Menurut Adnan Nota, jika pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melupakan keberadaan NU, sebagai organisasi keagamaan terbesar di Bumi Tanah Malaqbi, dinilai dapat memberikan dampak negatif terhadap daerah.

“Kalau NU dilupakan Sulawesi Barat ini bisa celaka ini,” ucap Adnan Nota, saat menghadiri  pembukaan PKL dan Susbalan GP.Ansor Sulbar, di Pondok Pesantren Nahdatul Ulum Sarampu, Polewali Mandar,” Senin, 22/07/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa ungkapannya tersebut didasari karena mayoritas penduduk Provinsi Sulawesi Barat, merupakan warga atau kaum Nahdliyin. Sehingga salah satu upaya yang akan dilakukan pasca terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah NU Sulawesi Barat adalah, mencoba untuk menjadi fasilitator dalam rangka pengadaan sekertariat.

“Saya mohon maaf, saya harus bilang begitu, kenapa karena 90 % warga di Sulawesi Barat ini, seluruhnya itu adalah Nahdatul Ulama, Karenanya, yang saya ingin fasilitasi keberadaannya adalah sekertariat atau kantor. Tapi lagi-lagi saya posisi sebagai fasilitator,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga menuturkan, adapun alasan lain pentingnya keberadaan sekertariat, karena  selama ini ia melihat tidak ada tempat bagi warga maupun pengurus NU, khsususnya di Provinsi Sulawesi Barat, untuk berkumpul dan diskusi bersama.

“Karena saya menganggap kita tidak punya tempat konko-kongkow, kita tidak punya tempat berdiskusi,” tutupnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

SDK Harap Kunker Mentan di Sulbar Membawa Angin Segar Bagi Pertanian

Mamuju – Tayang9 – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) wakil …

Didaulat Memimpin Projo Mamuju, Rekomendasi PDI-P Mengarah ke Sutinah (?)

Mamuju – Tayang9 – Bakal Calon (Bacalon) Bupati Kabupaten Mamuju  Tahun 2020 Sutinah Suhardi, secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]