Friday , August 23 2019
Home / BERITA / Didukung PATRI, Habsi Kian Optimis Menatap Pilkada Mamuju
Prosesi serah terima pernyataan dukungan Ketua PATRI dan Habsi Wahid.

Didukung PATRI, Habsi Kian Optimis Menatap Pilkada Mamuju

Mamuju – Tayang9 – Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI), secara resmi menyatakan dukungannya pada Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid, dalam perhelatan Pilkada tahun 2020 mendatang, Selasa,13/08/19.

Pernyataan dukungan terhadap Habsi Wahid tersebut, disampaikan langsung Ketua Umum di Tingkat Kabupaten Mamuju, melalui surat pernyataan yang dicap dan ditandatanganinya langsung.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid mengaku sangat merespon baik,  terkait dukungan yang diberikan oleh pengurus PATRI, dan atas adanya pernyataan tersebut, pihaknya semakin optimis, menghadapi Pilkada Mamuju 2020 mendatang.

“Dukungan dari para keluarga transmigran yang jumlahnya memang cukup banyak di Mamuju, pasti akan memberikan banyak pengaruh atas hasil Pilkada nantinya,” ucap Habsi Wahid

Selain itu ia juga menambahkan, agar para pengurus PATRI tersebut, kedepannya dapat memperkuat konsolidasi, dalam menghadapi perhelatan Pilkada tahun 2020 mendatang, di Bumi Manakarra.

“Kepada jajaran pengurus, dan keluarga besar PATRI dapat terus memperkuat konsolidasi, dan dapat saling menutupi atas berbagai tantangan, yang akan di hadapi pada perhelatan pesta demokrasi 2020 mendatang,” tutupnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ombudsman Sulbar Buka Pos Pengaduan di Kecamatan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan proses tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat, tim Penerimaan dan …

Di Forum Muktamar, PKB Mamasa Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Polewali – Tayang9 – Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mamasa, dipastikan akan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]