Friday , August 23 2019
Home / BERITA / THR PTT di Lingkup Pemprov Sulbar Tak Ada Dalam Perencanaan
Sekprov Sulbar Muhammad Idris.(Foto:FM)

THR PTT di Lingkup Pemprov Sulbar Tak Ada Dalam Perencanaan

Mamuju – Tayang9 – Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat Muhammad Idris mengatakan, bahwa saat ini Pemerintah Provinsi sedang berupaya mencari alternatif solusi, bagi para pegawai honorer.

Menurut Muhammad Idris keberadaan PTT dilingkup Pemprov Sulawesi Barat, tidak dapat disamakan statusnya dengan pegawai tetap atau ASN, karena para tenaga honorer tersebut lebih banyak mengikuti kegiatan.

“Na ini honorernya, ini yang sementara kita carikan alternatif, karena kan terus terang kalau kita akomodasi honorer itu kan itu berarti “perencanaan” pendapatanya, sementara PTT ini lebih banyak mengikuti kegiatan, sehingga tidak bisa disamakan statusnya,” ucap Idris saat dikonfirmasi oleh awak media usai menghadiri acara Buka bersama di Kantor DPRD Sulbar, Senin, 12/05/19.

Selain itu ia juga menambahkan, walaupun demikian pemerintah provinsi tetap berupaya mencari solusi, mengingat jumlah tenaga PTT dilingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tidak sedikit.

“Bayangkan kalau dilingkup Provinsi itu sekitar 5000 sampai 7000 ya PTT, itu secara umum kita ingin sementara carikan alternatif untuk itu, karena itu memang sekali lagi tidak ada dalam perencanaan,” ungkapnya.

Selain itu ia juga menambahkan, untuk proses pencairan THR bagi para ASN dilingkup Provinsi Sulawesi Barat, berdasarkan ketentuan yang ada rencananya akan dilakukan pada H-10 Idul Fitri.

“Sesuai dengan ketentuan, paling tidak itu sepuluh hari sebelum lebaran,”tutupnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ombudsman Sulbar Buka Pos Pengaduan di Kecamatan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan proses tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat, tim Penerimaan dan …

Di Forum Muktamar, PKB Mamasa Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Polewali – Tayang9 – Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mamasa, dipastikan akan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]