BERITASTRAIGHT NEWS

Soal Kriteria Ketua Tanfidziyah NU Sulbar, Ini Kata Sekertaris PCNU Mamasa

Mamuju – Tayang9 –  Menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-III PWNU Sulawesi Barat, yang rencananya akan digelar di Tanggal 15 Juli 2019 mendatang, Sekertaris Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mamasa Muhammad Sapri Malik angkat bicara.

Menurut Muhammad Sapri Malik , bahwa ada beberapa kriteria ideal yang mesti dimiliki calon pemimpin di internal PWNU Provinsi Sulawesi Barat, untuk masa kepengurusan 5 tahun mendatang.

“Harus seorang munazhim, ahli organisasi. Karena bagaimana pun juga NU adalah organisasi besar,” ucap Muhammad Sapri Malik Via Whatsaap, Sabtu, 30/06/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa calon pemimpin NU di Provinsi Sulawesi Barat, harus memiliki sifat muharrik, seorang penggerak. karena PWNU membutuhkan pemimpin yang mampu membangkitkan semangat pergerakan pada jajaran pengurusnya.

“Pemimpin NU Sulbar ke depan, mesti ahli dan profesional. Kemampuan ini sangat mendukung demi penataan organisasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut pemuda yang merupakan mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Polewali Mandar itu juga membeberkan, bahwa adapun kriteria lain yang harus dimiliki, adalah berkarakter, kewara’an dan berakhlak mulia.

“Bagaimana pun NU adalah lembaga ulama, karenanya pengurus NU mesti memiliki akhlak ulama. Terakhir mutamawwil, orang yang memiliki harta. Karena masalah klasik dalam melaksanakan program dan kegiatan-kegiatan NU biasanya terbentur dana. Kalau tidak ia memiliki alternative lain dalam mendanai gerakan organisasi,” bebernya.

Saat ditanya tentang sosok tokoh atau kiyai yang paling pas untuk mengisi kursi Ketua Tanfidziyah PWNU di Bumi Tanah Malaqbi untuk 5 tahun kedepan, pria yang akrab disapa Sapri itu, enggan  memberikan bocoran atau menyebut nama.

“Nantilah di arena Muswil dimusyawarakan, karena biasanya Rais Syuriyah ditetapkan dalam mekanisme Ahlul Halli wal Ahdi (AHWA). Yang pasti seluruh jajaran Rais Syuriyah sebaiknya di isi oleh seluruh kiyai NU yang ada di Sulbar, insya Allah mereka bisa meposisikan dua peran yang sangat penting,  yaitu fokus mengurus jamaah, dan juga memberi nasehat kepada jajaran pengurus tanfidziyah, demi aktifnya roda organisasi, dan terwujudnya kemaslahatan warga nahdliyin yang ada di Sulbar,” tutupnya (FM)

MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button