GAGASANKOLOMMS TAJUDDINOPINITERKINI

Siang dan Tugas Kenabian

MUSIM durian dan langsat masih. Musim penghujan dan kemarau yang tidak jelas. Entah salah musim atau karena ekosistem yang telah begitu rusak dan soak. Membuat kita sering sekali hari ini, mendapati hujan lebat mengguyur beberapa jam bahkan hari dan membuat banjir di sejumlah kota dan tempat. Keesokan harinya panas terik memapar ubun-ubun dan batok kepala kita.

Nah, bersamaan dengan kepastian musim durian dan langsat serta musim hujan dan kemarau yang tidak jelas itu, mendadak kita mendapati musim penerimaan aparatur sipil negara (baca: PNS) entah mana yang benar penyebutannya, apakah ASN ataukah PNS. Yang pasti penerimaan itu telah dilakukan, terbukti sejumlah tes telah dilaksanakan. Hanya satu yang pasti, bahwa tidak bisa kita pastikan apakah mereka yang ikut testing dan ujian itu akan lolos ataukah tidak?.



Kata tetuah kita dulu ini soal garis tangan dan nasib. Dan kata agama yang kita anut, ini soal takdir dan ketetapan. Tiba di titik ini, mendaftar ASN atau PNS adalah soal ikhtiar alias sebentuk usaha untuk menjemput garis nasib. Urusan lolos atau tidak, kita serahkan saja kepada Tuhan. Urusan kita hanya satu, belajar, berusaha dan berpengharapan seraya mengakrabi dan mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai dzat yang Maha Pemberi Keberuntungan pada hambanya yang telah Dia pilih.

Siang ini, saya baru saja membaca sebuah berita tentang penerimaan ASN atau PNS itu, disebuah daerah. Tentu saja acara tes penerimaan itu, tampak dihadiri sejumlah petinggi daerah yang padanya kewenangan dan kekuasaan diletakkan di atas pundaknya. Sejumlah peserta dari sejumlah tempat, wilayah kota dan pedalaman tampak rapi datang membawa segudang harapan dan imajinasi.



Mulai dari imajinasinya kelak saat lolos. Akan seperti apa ia bekerja dan akan digunakan kemana gaji atau honor pertama yang akan diterimanya?. Adakah akan digunakan untuk mentraktir ayah ibunya, ataukah saudaranya. Ataukah akan digunakan untuk mentraktir sahabat-sahabat terbaik dalam hidupnya?. Termasuk imajinasinya tentang seperti apa penampilan saat mengenakan baju keki ataukah baju korpri kelak?. Bahkan adakah surat keputusan kepegawaiannya kelak akan sesegera mungkin ‘disekolahkan’ di bank untuk mendapatkan uang kredit yang memadai untuk membeli sejumlah kebutuhan hidup ciri dunia kontemporer?.

Semua sangat berpulang kepada kecenderungan watak dan karakter serta niat awal untuk menjadi ASN atau PNS. Adakah ia akan secara konsisten masuk siang hari di kantornya karena kecapekan begadang di warkop atau menunggui durian atau langsat di kebunnya. Ataukah akan bangun sebelum tarhim subuh, mandi dan lalu shalat sunnah dan kemudian sarapan pagi. Dan dengan mengenakan baju seragam formal akan berangkat dengan mengendari kendaraan umum ataukah pinjaman tetangga atau milik pribadi dengan doa dan ditemani niat baik untuk mengabdikan diri dalam tugas-tugas kenabian melayani. Pada pagi hari sebelum jam apel pagi di halaman kantornya.



Yang pasti data 4.286.918 jumlah pegawai sebagaimana yang dirilis Badan Kepegawaian Negara di Indonesia per Juni 2019 akan segera bertambah. Dan itu artinya harapan sejumlah warga negara dan daerah akan kian terlayani baik dan maksimal akan segera menjadi harapan yang kian membuncah. Semoga tidak malah berbanding terbalik.(*)

MS TAJUDDIN

belajar membaca dan menulis juga pembelajar di kehidupan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button