Minggu , Juni 7 2020
Home / BERITA / Satgas Covid-19 PWNU Sulbar Bagikan 500 Masker bagi Para Pekerja Informal di Polman

Satgas Covid-19 PWNU Sulbar Bagikan 500 Masker bagi Para Pekerja Informal di Polman

POLEWALI, TAYANG9 – Bertempat di Pasar sentral Pekkabata Kota Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan virus Covid-19 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Barat membagikan 500 masker kepada sejumlah pekerja informal dan sejumlah pengendara yang melintas di traffic light (lampu stopan) di depan masjid Syuhada.

Kegiatan dipimpin langsung Ketua Tanfidziah PWNU Sulawesi Barat H. Adnan Nota Sayyid Ahmad Fadl Al Mahdaly dan Sayyid Ahmad Fauzi Al Mahdaly, keduanya tokoh NU Sulawesi Barat, Jumat 03 April 2020.

Dalam pengarahannya sebelum menuju lokasi, H. Adnan Nota menyampaikan, kegiatannya itu merupakan bentuk kepedulian PWNU Sulawesi Barat mensterilkan wilayah Sulawesi Barat dari bahaya virus Covid-19, sekaligus membantu pemerintah dan seluruh stake holder terkait.

“agenda serupa kita sudah laksanakan di kota Majene, kini di Polewali, selain pembagian 500 masker, juga dilakukan penyemprotan desinfektan kepada sejumlah kendaraan dan lapak-lapak di pasar, serta pengukuran suhu tubuh. Selain itu juga sosialisasi himbauan Majelis Ulama Indonesia untuk peniadaan salat jumat untuk sementara waktu,” terang H. Adnan Nota di kompleks masjid agung Syuhada Polewali.



Ditambahkannya, untuk pembagian masker yang jumlahnya sangat terbatas dan penyemprotan disenfektan (untuk kendaraan) serta pengukuran suhu tubuh diprioritaskan bagi para pekerja informal seperti tukang becak, tukang ojek, pengemudi bentor dan ibu-ibu yang membuka lapak di pasar, seperti penjual sayur dan pedagang kaki lima yang rentan tertular virus berbahaya tersebut.

“sebelum kendaraannya disemprot, sahabat-sahabat yang bertugas sebaiknya minta izin dulu, dan perhatikan baik-baik jangan sampai ada makanan atau minuman di kendaraan tersebut, juga lapak-lapak para pedagang kaki lima,” tambah pimpinan pondok pesantren DDI Al Ihsan Kanang tersebut.

Sebelum tim Satgas Covid 19 PWNU Sulbar bergerak ke lapangan, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Masjid Agung Syuhada Polewali Sayyid Ahmad Fauzi Al Mahdaly. [*]

About MUHAMMAD ARIF

Selain dikenal sebagai aktivis yang produktif menulis, dirinya kini tercatat sebagai pimpinan pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Polewali Mandar

Check Also

Satu Nyawa Tak Tertolong, RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]