Minggu , Juni 7 2020
Home / BERITA / Salut! Warga Polman Pinjamkan Villa Jadi Tempat Karantina ODP
Villa milik Sultan Syaifullah Ahmad dijadikan tempat karantina ODP Virus Covid 19.

Salut! Warga Polman Pinjamkan Villa Jadi Tempat Karantina ODP

POLMAN, TAYANG9 – Adalah Sultan Syaifullah Ahmad (32 Tahun), warga Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo yang rela meminjamkan villa miliknya kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan sebagai tempat karantina bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Villa yang berjarak sekira dua kilometer dari pemukiman warga dan sudah dilengkapi sambungan listrik serta fasilitas lainnya, mampu menampung sedikitnya 20 warga untuk dikarantina.

Syaifullah mengatakan, ide peminjaman villa miliknya untuk dimanfaatkan sebagai tempat karantina itu sebagai bentuk kepeduliannya atas meluasnya wabah virus corona.

“Kita selaku masyarakat harus peduli terhadap bencana, wabah virus corona termasuk bencana, kita harus membantu saudara kita yang mengidap penyakit ini (baca, Corona),“ ungkapnya kepada awak Tayang9.Com, Kamis (09/04)

Dikatakan Syaifullah, awalnya villa yang berukuran 16 x 12 meter persegi dan berada di tengah areal perkebunan kelapa dan berbatasan langsung dengan pinggir pantai miliknya itu hendak dimanfaatkan sebagai rumah sakit herbal, namun lantaran mendapat respon dari pemerintah, maka untuk sementara akan dirubah untuk untuk karantina ODP.

“Ke depan villa ini akan kita manfaatkan sebagai tempat karantina orang sakit dan sebagai rumah sakit herbal, tetapi karena belum ada respon dari pemerintah, maka kita swadayakan untuk menjadi rumah karantina ODP,” lanjutnya.



Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Wonomulyo, Samiaji, mengapresiasi Syaifullah yang menyerahkan villanya sebagai rumah singgah bagi ODP. Ia berharap, seluruh desa dapat melakukan hal serupa, sebagai upaya bentuk kepedulian atas wabah virus corona.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan warga desa Nepo bersama Aparat Desa, yang telah menyediakan villa sebagai rumah singgah untuk warganya yang akan tiba dari luar daerah,“ ungkapnya saat meninjau kesiapan rumah karantina ODP itu.

Sejauh ini, pemerintah desa setempat mencatat, sedikitnya terdapat 19 warga perantau maupun mahasiswa yang akan pulang ke kampung halaman pasca merebaknya wabah virus corona.

Selama menjalani masa karantina mandiri 14 hari segala kebutuhan warga itu, khususnya menyangkut makanan akan dipenuhi oleh pemerintah bersawadaya dengan warga setempat.

About RAHMAYANI

Lahir dari keluarga petani di Padang Rura dan kini memilih hidup sebagai pembelajar sekaligus jurnalis yang aktiv mengelola rumah baca Sapo Baca Todakka di Manding

Check Also

Satu Nyawa Tak Tertolong, RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]