Kamis , Juni 4 2020
Home / KOLOM / Saat Nonton Biduan (part 3)

Saat Nonton Biduan (part 3)

SONTAK saja penonton langsung bertepuk tangan dengan riuh, suara siulan yang melengking seperti menggoda para Biduan yang akan tampil di atas panggung.

Sang MC seperti memberi harapan besar kepada penonton yang sudah tak sabar melihat aksi goyangan patah-patah dari Biduan yang akan tampil. Termasuk saya yang sedari tadi cukup penasaran aksi-aksi yang katanya khusus +18 tahun keatas. heeeehhh..

“Sebelum para artis kami tampil malam ini untuk menghibur semuanya, saya ingin mengucapkan selamaaaaatttttt…selamaaaaatttttt…. menempuh hidup yang baru kepada kedua mempelai Mas Nuralim dan Mba Fitriani, semoga jadi pasangan yang langggeeeenggg, sakinah mawaddah warahmahhhh. Mewakili pimpinan dan crew musik penghibur malam ini, pesan kamihhhhhh kepada kedua mempelai; Pelan-pelan sajahhhhhhh, sajahhhhhhh..!!!”, kedua mempelai tersipu malu dan penonton langsung menjadi riuh bergemuruh dengan tertawa.



Sang MC terus nyerocos seperti tak berujung. Mulutnya seperti dukun yang komat kamit baca mantra tak berhenti. Jika boleh jujur, saya sebenarnya ingin sekali klo si MC itu berhenti bicara dan langsung saja memanggil biduanita yang sedari tadi duduk manis, di sudut belakang panggung tuk bergoyang.

Jika boleh memilih, saya inginnya yang tampil pembuka diatas panggung, itu yang memakai rok pendek sejengkal diatas lutut, kulit putih nan mulus, bibir bergincu merah, dengan rambut lurus sebahu yang diberi warna dan bersepatu dengan hak tinggi. Biduannya berbaju putih agak transparan.

Setelah itu, dilanjut oleh Biduanitanya yang berambut panjang juga diwarnai, memakai baju ala-ala anak sekolahan di jepang dengan gaya sailor. Rok mini biru dengan rempel rapat, stocking yang membalut dari kaki hingga ke ujung paha, bersepatu hak tinggi warna hitam. Dan memakai baju dengan tiga kancingan di depan, bagian atas dibiarkan terbuka tak terkancing.
Seeeeerrrr… Seeeeerrrr….. bunyi darahku.



“Penontooooonnnn mauuuu digoyanggggggg….???, kata si MC.
Serentak para penonton menyambut “mmmaaaauuuuuuuu”,
“Baik saya perkenalkan kembali para personil yang akan menghiburrrrrr anda di malam ini. Om Hasba pada gitar, Om Ismail pada melodi, Om Rafii pada Bass, Om Kasmin pada keyboard, lalu Om Labbiri pada suling, Om Mansur pada gendang dua,
dan Om Fadli pada Rincing-rincing tamborin. Lalu akan dihibur oleh artis-artis kami yang cantik dan seksi dengan tembang pilihannya dan digoyangnyaa yanggggg…. Ahhhhh… Ahhhhh… Aaiihhhhh….
Sssiiiiiiaaappppakahhhhh diiiiaaaaaaa….??????

Saya tak tahan lagi menunggu dan mendengar Ocehan si MC, pengennya saya langsung berada diujung panggung paling depan. Tak ingin ada penghalang dengan artis Biduan yang berkulit putih dengan rok sejengkal di atas lutut dan Biduan yang berbaju ala-ala anak sekolahan Jepang itu.

Tapi, belum kakiku melangkah tiba-tiba saja penonton yang disamping kiri kanan dan belakangku merangsek seperti orang kalap, saling dorong, bersenggolan dan bertubrukan dengan penonton yang sudah berada pada barisan depan panggung. Aneh campur salut juga saya melihatnya, tak ada kekacauan atau keributan akibat tubrukan, tertindih bahkan kejepit antara satu dengan yang lain. Sungguh pesona Biduan panggung benar-benar menghipnotis jiwa penonton. Mereka belum saja tampil riuhnya sudah tak ketulungan, gimana saat mereka tampil nanti.



“Disana ada Miss Merzyyyyy…..!!!!!! yang nantinya akan membawakan tembang andalannnnyaaa… Mandi Maduuuuuu…” Biduanita berbaju putih transparan, bergincu merah dengan rok sejengkal itu.
Penonton lalu bertepuk tangan dan bersiul seperti menjerit… Sssuuuuiiiiittttt…. Sssuuuuiiiiittttt….

“Lalu ada Mba Fitria Ayu”
Biduan andalanku malam ini dengan gaun ala-ala-ala anak sekolahan Jepang itu.

“Yang akan membawakan tembang kesayangannya yang bertitellllll… Syanthhiikkkkkkk.. dari siti badriahhhhh… Dan dilanjutkan dengan Gadis atau Jandaaaaaa…. !!!! ”
Biduan itu melambaikan tangan kearah penonton dengan memberi tanda kecupan…

Seperti tak tahan lagi, penonton seperti menggila, ada yang membuka baju dan berteriak-teriak memanggil nama sang Biduan.

“Mba Fitria Ayu, aku masih jomblo,….. sayang kamu dehhhh mbaaaakkkk …!!!”
teriak seorang penonton dari baris terdepan. Dan semoga saja dia tidak sambil nangis kaya’ para fans artis korea itu.

Mungkin kedua artis Biduan ini sengaja dipersiapkan disesi terakhir, tujuannya tentu akan menjadi bintang panggung yang akan membakar gelora penonton.

“Terakhirrrrrrrr….. Dan sebagai pembawa acara terkreeeeennnn anda pada malam hari ini, tentu tak asing lagi di mata dan telinga andaaaaaaa…., diaaaa… adaaaallaaaaahhhhh…. Bung Zullllhhhaaaammmmm,….!!! ”



Tak sadar, saya langsung teriak, disambut oleh penonton lain.
“aaaaauuuuuuuuuuwwwwwwhhhhhh,….
Weeeeeehhhhh…. dari tadi kau ngomong trussssssss….
turuuunnnn… turuuunnnn”
Saya juga sudah seperti menggila ……!!!!!

(berlanjut………)

About SULHAN SAMMUANE

Selain Menulis dirinya juga dikenal aktif sebagai pemerhati pendidikan anak usia dini

Check Also

Jeritan Hati Anak Sekolah Alam Salule’bo Topoyo Mateng

Meski sekarang kami tak lagi di tempat asal. Meski kini kami telah terpisah dengan desa …

Carita Kaco Cicci 02 Ramadan

KACO jelang buka tiwikke’ tanditara-tara begitu membuka passambo kappar di pacekona ia lalu memanggil Cicci …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]