Sabtu , Desember 5 2020
Home / BERITA / PKBM RAISHA Launching GKB di Desa Dungkait, M Ilman: Perlu Diperluas dengan Melibatkan Stake Holder
launching program Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Dungkait Kecamatan Tapalang Barat, pada hari Minggu (15/11) yang di gelar di Pantai wisata Tanjung Ngalo Desa Dungkait

PKBM RAISHA Launching GKB di Desa Dungkait, M Ilman: Perlu Diperluas dengan Melibatkan Stake Holder

Mamuju, Tayang9 – Memajukan sektor pendidikan di satu wilayah menjadi sebuah tanggung jawab dan kewajiban bagi pemerintah daerah tersebut. Tidak ketinggalan pula bagi lembaga atau penggiat pendidikan yang terus berusaha untuk memajukan sektor itu demi memiliki sumber daya manusia yang lebih baik.

Sehubungan dengan itu, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) RAISHA mengadakan launching program Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Dungkait Kecamatan Tapalang Barat, pada hari Minggu (15/11) kemarin, yang di gelar di Pantai wisata Tanjung Ngalo Desa Dungkait Mamuju.

Pada kegiatan launching tersebut, langsung dihadiri oleh Ketua forum komunikasi PKBM Sulbar, Muh Ilman sp, direktur Yayasan Karampuang, Kepala Desa Dungkait dan masyarakat yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ketua PKBM RAISHA, Sitti Radiyah, selaku pelaksana kegiatan mengatakan, pihaknya merasa terbantu dengan adanya data ATS yg ada di SIPBM yang pendataannya dilakukan sendiri oleh Desa Dungkait

“Ini sangat memudahkan dalam mengidentifikasi dan merekrut warga belajar, karena data sudah by name by adress dan mereka sudah mendaftarkan diri di satgas ATS desa”, tutur Sitti Radiyah.

Masih ditempat yang sama, Ketua FK PKBM, Muh. Ilman juga mengatakan, dengan adanya kerjasama segi tiga ini, anatara pemerintah desa, yayasan karampuang yg merupakan operator lokal dari UNICEF, serta PKBM, maka akan mempercepat pengembalian ATS kembali bersekolah di jalur non formal khususnya di PKBM.

“Kedepan saya mengharapkan kerjasama ini perlu diperluas lagi dengan melibatkan semua stake holder yg terkait seperti dinas pendidikan, BP PAUD Dikmas, Dinas Pemdes, dan BAPPEDA, serta pihak swasta lainnya. Sehingga tuntas ATS di seluruh Sulbar dapat tercapai dan kita mengharap Desa Dungkait bisa jadi pemicu atau menjadi village lab untuk pengembalian ATS agar kembali sekolah di Sulbar bahkan Indonesia” ungkap Ilman.

Hal senada pun disampaikan direktur yayasan karampuang, ibu Ijah Syahruni. Tak lupa dirinya mengucap selamat atas launching Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) kepada pemerintah Desa Dungkait Kecamatan Tapalang Barat yang bekerjasama dengan PKBM RAISHA dalam pengembalian anak tidak sekolah ke jalur Non Formal.

“Dari pendataan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) untuk ATS (anak tidak sekolah) di tahun 2020, terdata 69 ATS. Dari data itu kemudian ditindak lanjuti dengan GKB ke PKBM sebanyak 68 anak dan 1 orang ke sekolah formal”, bebernya.

Diantara data anak GKB, lanjut Ijah Syahruni, ada juga yang telah menikah, namun hak anak untuk mendapatkan pendidikan tetap harus terpenuhi. Dengan kegiatan ini semoga bisa menginspirasi untuk meningktakan kualitas pendidikan di Indonesia

“Dengan demikian maka kita berharap kedepannya, proses ini terus digalakkan dan Desa Dungkait menjadi Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun”, pungkas Ijah Syahruni (**)

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Peringati Hari Pahlawan, Bawaslu Polman Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

POLMAN, TAYANG9 – Mengenang jasa pahlawan yang telah mendahului, Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar memperingati hari …

Abunawar: Pamsimas Misi Mulia alirkan Air Bersih

POLMAN, TAYANG9 – Hari ini, selasa (10/11) Program Air Minum dan Sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]