Jumat , Juli 10 2020
Home / BERITA / Satu Nyawa Tak Tertolong, RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal
Irwan. Keluarga Almarhum Lasis

Satu Nyawa Tak Tertolong, RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap tidak maksimal dalam posisi memberikan pelayanan kepada salah satu warga bernama Lasis (53) asal lingkungan Somba Timur, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana. Membuat nyawanya tidak tertolong saat hendak dirujuk ke RSUD Majene, Senin (24/20).

Bermula saat korban dibawa PKM Sendana I. Namun karena kondisi dianggap semakin darurat maka pasien akhirnya dirujuk ke RSUD Majene.

“Tadi malam korban (Lasis) dibawa ke Puskesmas Sendana I. Lalu di rujuk ke RSUD Majene, sampai disana korban tidak langsung mendapat pelayanan dengan alasan full selanjutnya di arahkan di RSUD Polman tetapi tidak dapat respon balik,” ungkap Irwan keluarga korban

Akhirnya pihak keluarga korban berusaha menemui dan melihat langsung kondisi Rumah Sakit. Dengan harapan korban segera mendapat pelayanan yang mengalami penyakit sakit perut.

“Kami dan teman-teman berinisiatif untuk mendatangi langsung Rumah Sakit ingin menemui pegawai petugas disana. Sekaligus mengecek kondisi UGD RSUD Majene namun kami dapati kondisi UGD dalam keadaan kosong dengan alasan ruang diisterilisasikan karena ada pasien COVID-19 yang masuk,” beber Irwan.

Lanjut Irwan, walaupun ruangan UGD di kosongkan harusnya pelayanan tetap berjalan di ruangan lain. Dan pihak RSUD segera memberikan konfirmasi balik setelah proses sterilisasi telah selesai dan siap dioprasikan. Sesuai hasil rapat pihak RSUD Majene dan DPRD bahwa Pasien COVID-19 mendapatkan penanganan khusus di 6 ruangan yang disiapkan.

irwan lantas meminta kepada pemerintah Kabupaten Majene agar Dirut RSUD Majene sebaiknya dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak mampu menjadi pimpinan di Rumah Sakit Umum Majene.

“Perlu dipertanyakan kembali apakah memang benar pihak RSUD tidak mengetahui status pasien karena informasi teman-teman pasien sebelumnya berstatus ODP. Jika pelayanan masih seperti ini, lebih baik Dirut RSUD Majene sebaiknya di copot,” tegas Irwan

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

LBH Mitra Madani Sulbar Buka Pendampingan Hukum Gratis

POLMAN, TAYANG9 – Bagi warga masyarakat yang mengalami persoalan hukum, kini tidak lagi perlu marasa …

Final, Saiyye’ Zaki Nahkodai Partai Solidaritas Indonesia Sulbar

POLMAN, TAYANG9 – Final, hari ini, Kamis 11 Juni 2020 tepat pukul 13.00 Wib tadi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]