Minggu , Juni 7 2020
Home / BERITA / Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan
Ketua Lentera Perempuan Mandar, Retno Dwi Utami saat memberikan bantuan kepada kaum perempuan disalah satu desa sasaran.

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang keprihatinan berbagai pihak. Termasuk lembaga-lembaga sosial yang bergerak pada kegiatan pemberdayaan masyarakat di beberapa daerah. Salah satunya adalah Lentera Perempuan Mandar yang memberikan perhatian kepada warga khususnya untuk kaum perempuan yang terkena dampak pandemi ini.

Ketua Lentera Perempuan Mandar, Retno Dwi Utami pada Rabu (20/5) kemarin, telah membagikan sejumlah paket bantuan kepada kaum perempuan yang terkena dampak pandemi Corona. Bantuan tersebut yang diserahkan langsung oleh Ketua dan pengurus Lentera Perempuan Mandar diantaranya berupa bantuan masker, sabun, gula, susu, teh, sirup, dan biskuit.

“Banyaknya bantuan di masa Pandemi Covid 19, namun hal itu belum sensitif ke soal gender. Data yang di pakai adalah Kepala Keluarga yang rata-rata laki-laki, padahal banyak perempuan di desa yang paling merasakan dampak dari situasi ini”, kata Retno.

Proses pengangkutan bantuan Lentera Perempuan Mandar dengan jalur melintasi sungai

Selain itu, tujuan memberikan paket bantuan ini menurut Retno, sebagai upaya untuk meringankan beban keluarga khususnya perempuan yang merasakan dampak krisis ini. Meskipun tidak  seberapa, tetapi hal ini sebagai bentuk solidaritas di tengah keprihatinan kita.

“Kami fokus pada perempuan yang menjadi tulang punggung atau kepala keluarga, janda yang tidak mampu, perempuan dengan kekerasan dan diskriminasi, serta juga mereka yang telah menikah namun di bawah umur”, terangnya kepada media ini.

Salah satu warga yang mendapat bantuan dari Lentera Perempuan Mandar.

Beberapa lokasi sasaran kegiatan pemberian bantuan oleh Lentera Perempuan Mandar adalah di Desa Kalumammang, Desa Saragian, Kelurahan Petoosang yang berada Kecamatan Alu dan sebagian beberapa wilayah di Kec Wonomulyo dan Kecamatan Tutar di wilayah Kabupaten Polewali Mandar.

“Salah satu lokasi sasaran kami serahkan ke Bu Desa Kalumammang selaku pembina Kampung Sekolah Perempuan. Desa ini juga adalah dampingan lembaga kami, bantuan selanjutnya di berikan pada Kadus Lalodo yang bernama ibu Sudarni selaku anggota kelompok Perempuan di Desa Kalumammang” terang Retno.

Pada kegiatan ini Retno berharap, jika kegiatan ini bisa membantu dan meringankan beban sesama perempuan sesuai dengan kemampuannya. Dan kegiatan ini bisa berjalan jika dilakukan bersama-sama.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menjadi embrio untuk menjadi penggerak kepada rekan-rekan lainnya, bahwa masyarakat hari ini khususnya kaum perempuan banyak merasakan dampak dari wabah ini”, tutup Retno. (**)

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Peduli Penanganan Covid-19, KCUS Mamuju Bantu APD RS Regional Sulbar

MAMUJU, TAYANG9 – Sebagai bentuk kepeduliaan sosial dan empati kemanusiaan, Kantor Cabang Unit Syariah (KCUS) …

Satu Nyawa Tak Tertolong, RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]