Friday , September 20 2019
Home / BERITA / Natsir Rahmat : Kader PMII Harus Peka Terhadap Kondisi Sosial
Ketua IKA-PMII Sulawesi Barat M.Natsir Rahmat saat sambutan diacara halal bihalal dan temu kader dan alumni PMII. (Foto:FM)

Natsir Rahmat : Kader PMII Harus Peka Terhadap Kondisi Sosial

Polewali – Tayang9 – Pelaksanaan agenda halal bi halal, temu kader dan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se Provinsi Sulawesi Barat,  menorehkan suatu harapan besar bagi H.M.Natsir Rahmat selaku Ketua IKA-PMII Sulawesi Barat.

Dalam kesempatannya H.M.Natsir Rahmat mengungkapkan, bahwa salah satu poin terpenting pasca pelaksanaan halal bi halal tersebut adalah, terbangunnya kepekaan sosial khsususnya pada diri kader PMII.

“Yang paling penting dalam momentum Halal Bi Halal ini adalah, kader PMII harus peka terhadap kondisi sosial di lingkungan kita,” ucap M.Natsir Rahmat dalam sambutannya.

Selain itu Wakil Bupati Kabupaten Polewali Mandar itu juga menambahkan, agar PMII dapat menjadi mitra Pemerintah Daerah (Pemda), khsususnya dalam mengawal berjalan roda pemerintahan.

“Saya berharap PMII Polman menjadi mitra Pemda Kabupaten Polman, untuk mengawal jalannya pemerintahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut mantan Sekertaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar itu juga menghimbau, agar seluruh elemen khsususnya kader PMII, tetap dapat menjaga stabilitas keamanan di Bumi Tipalayo.

“Keamanan dan ketertiban harus kita jaga bersama agar Kabupaten Polman aman, dan sejahtera,” tutupnya.(FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Cara KPU Mamuju Berterimakasih ke Pemilih

Mamuju – Tayang9 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju menggelar kegiatan evaluasi pasilitasi kampanye …

Tiga Komisioner KPID Sulbar Mengikuti Sekolah P3SPS

Mamuju – Tayang9 – Sebanyak 35 orang peserta dari Lembaga Penyiaran, akademisi dan Komisioner KPID, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]