Sunday , May 26 2019
Home / BERITA / Jalur Jalan Poros Besoangin Tutar Menyedihkan
KONDISI Jalan Poros Besoangin, Kecamatan Tutar yang telah begitu sangat memprihatinkan dan tak kunjung mendapatkan perhatian serius

Jalur Jalan Poros Besoangin Tutar Menyedihkan

TAYANG9-Menyedihkan. Itu kalimat yang pas untuk menggambarkan kondisi jalan poros Besoangin, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar) Kabupaten Polewali Mandar. Jalan yang tampak sudah rusak berat dan sudah tidak lagi rata juga dipenuhi dengan lubang itupun menjadi pemandangan lumrah.

Akibatnya, sejumlah kendaraan yang lewat dan melalui jalan itu, tampak kepayahan dan sangat rentang terjebak bahkan rusak. Pantauan TAYANG9, Selasa 29 Mei lalu, jalan sepanjang kurang lebih lima kilo meter itu tampak hancur dan tidak lagi laik untuk dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.

Idrus Arifin, sakah satu warga Desa Besoangin Utara, Kecamatan Tutbbi Taramanu berharap segera ada perbaikan jalan di jalur jalan menghubungkan wilayah pedalaman itu.

“Kapan yah, diperbaiki. Sudah lama kami meminta kepada pemerintah untuk segera dilakukan perbaikan, tapi entah kapan jalan kami ini diperbaiki. Dulu kami selalu memita kepada DPRD bahkan kepada gubernur dan bupati Polewali Mandar-pun setiap mereka datang berkunjung kami selalu meminta agar segera ada perbaikan, tapi sampai sekarang hasilnya masih jauh dari bayangan,” tutur Idrus Arifin. [**]

About ABDUL ASIS

Selain aktif menulis dan membaca, juga gandrung traveling dan konsern pada issu-issu alam dan lingkungan juga kemasyarakatan

Check Also

Tim Putri SMAGA Women FC Polman Berlaga di Liga Ramadan Makassar

TAYANG9-Tim sepakbola putri SMAGA Women FC Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengikuti kompetisi Liga Ramadan, …

Ketua Nasdem Mamasa Pastikan Gugatan AAS Diselesaikan di MK Partai

Mamuju – Tayang9 – Menyikapi adanya pemberitaan, terkait rencana gugatan kubu Calon Anggota DPR-RI Anwar …

One comment

  1. Lanjutkan Kanda.
    Teriakkan suara-suara keadilan dan perubahan, untuk Polewali Mandar tercinta.
    Sukses ki trus. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]