Friday , February 28 2020
Home / BERITA / MKNU, Syarat Wajib Bagi Pengurus NU
Ketua Terpilih Tanfidziyah PW NU Sulawesi Barat, KH. Adnan Nota

MKNU, Syarat Wajib Bagi Pengurus NU

POLEWALI, TAYANG9-Sejumlah kiai, tokoh, dan cendekiawan muslim serta sejumlah kader NU di Provinsi Sulawesi Barat nyaris bisa dipastikan akan mengikuti Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Angkatan Kedua yang akan digelar di Aula Rujab Bupati Polman Kabupaten Polewali Mandar selama dua hari, 14-15 Februari 2020 mendatang.

Ketua Terpilih Tanfizdiyah PW NU Sulawesi Barat, KH. Adnan Nota mengatakan, MKNU merupakan syarat seorang kader NU untuk menjadi pengurus NU di berbagai tingkatan. Hal ini merujuk Anggaran Dasar NU yang dihasilkan melalui Muktamar Ke-33 NU di Jombang tahun 2015 lalu.

“MKNU adalah pendidikan kekaderan yang menjadi hal wajib dan harus diikuti oleh seluruh kader nahdliyin. Utamanya bagi kader struktural NU, Karena dari pendidikan MKNU ini diharapkan tidak saja melahirkan militansi tetapi jauh lebih penting, bagaimana mengelolah dan memanajemen organisasi NU dengan baik,” tutur Adnan Nota, Sabtu, 25 Januari 2020.

Dikatakan Adnan Nota, untuk menjadikan NU di Sulawesi Barat kian jaya dan modern, maka seluruh kader struktural diwajibkan mengikuti MKNU sebagai pintu awal masuk di dalam struktur NU. Karenanya MKNU yang akan dihelat Februari mendatang itu, dipastikan akan menghadirkan sejumlah pemateri yang berasal dari para Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan beragam materi yang telah ditetapkan oleh PBNU.

“Islam Nusantara menjadi salah satu materi pokok. Karena itu selaku ketua tanfidziyah NU Sulawesi Barat tidak ragu melaksanakan instruksi PBNU yang mewajibkan pengurus NU untuk mengikuti MKNU dan akan kita tangguhkan kepengurusannya bahkan kita coret kalo tidak mengikuti pendidikan pengkaderan melalui MKNU,” tegas Adnan Nota yang juga merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupate Majene ini.

Dikomfirmasi terpisah, Muhammad Ismail salah satu alumnus MKNU pertama yang sebelumnya juga digelar di Polewali Mandar mengaku bersyukur telah pernah mengikuti MKNU sebelumnya, karena menurutnya ada banyak ilmu dan proses pencerahan yang ia dapatkan sebagai kader muda NU Polewali Mandar.

“Saya merasa bersyukur karena telah pernah mengikuti MKNU tahun 2018 lalu, karena banyak sekali pelajaran yang kami daoatkan dari kegiatan itu. Bagi saya, kader-kader muda NU akan sangat rugi jika melewatkan kesempatan yang langkah ini. Beruntung ada MKNU maka saya sarankan kepada para sahabat agar segera medaftar dirinya dan secara serius mengikuti MKNU yang akan dilaksanakan nanti,” seru Muhammad Ismail atau yang karib disapa Hamas ini.(release/*)

About EDITOR

Alamat Redaksi: Boyang Nolpitu Berkat Pesona Manding Polewali Mandar Sulawesi Barat Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Hari Ini, Aksi Solidaritas Atas Insiden Penganiayaan Warga Polman di Papua Akan Digelar

POLMAN, TAYANG9 — Rencananya ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aksi solidaritas dan …

KNPI Polman Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Penganiayaan Warga Polman di Papua

POLMAN, TAYANG9 –  Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Polewali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]