Selasa , April 7 2020
Home / BERITA / Miris! Harga Ikan Anjlok, Nelayan Somba Hanya Pasrah
Suasana aktifitas nelayan saat berada dibibir pantai Somba, Majene

Miris! Harga Ikan Anjlok, Nelayan Somba Hanya Pasrah

MAJENE, TAYANG9.COM– Nelayan Sendana kabupaten Majene keluhkan dan hanya bisa pasrah akibat harga ikan yang terus mengalami penurunan sejak sebulan terakhir. Biasanya harga normal dikisaran Rp. 5.000 ribu per kg untuk ikan Tui-tuing dan sekarang turun menjadi Rp.2.200 per kg nya.

“Kami tidak menyangka kalau harganya akan seperti ini. Biasanya punggawa membeli ikan kami sekitar 4-5 ribu rupiah per kilo. Padahal tenaga dan perongkosan lumayan banyak kita gunaka sekali melaut,” ungkap Saparuddin (42) nelayan asal Somba, kecamatan Sendana kabupaten Majene, Kamis (23/1)

Nelayan lainnya Nasri (29), juga mengeluhkan dengan penurunan harga ikan yang mencapai 2 ribu per kilo. Menurutnya, selama jadi nelayan barusan ia merasakan harga ikan semurah ini.

“Sudah lama saya jadi nelayan ikan Tui-tuing dan barusan ini saya alami harga paling murah. Bagaiman kami semakin tidak susah, harga yang sangat tidak wajar,” ucapnya

Lanjut Nasri, selama ini antara punggawa (red, tengkulak) dan nelayan tidak pernah menyepakati soal harga ikan yang di dapat. Biasanya ikan diambil tengkulak, seminggu kemudian baru dibayarkan. Jadi berapapun harga ikan yang diberikan, nelayan hanya bisa pasrah

“Itumi susahnya karena tidak pernah disampaikan berapa harga ikan kita. Dan tidak pernah memberi tahu apa alasan sehingga ikan kami dibeli murah. Kami juga heran kenapa ada tengkulak yang membayar Rp. 2.200 ada juga Rp.2.500,” tanya Nasri keheranan

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

DPD II Golkar Polman Sepakat Tak Beri Dukungan Kepada Kandidat di Musda, Begini Alasannya,

POLMAN, TAYANG9 – Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Provinsi Sulwesi Barat yang sedianya akan digelar …

Akibat Langka dan Mahal, Pemuda Galeso Buat Antiseptik Ramah Lingkungan

Polman, Tayang9 – Kelangkaan antiseptik saat ini membuat sekelompok pemuda di Desa galeso Kecamatan Wonomulyo, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]