Friday , February 28 2020
Home / BERITA / Miris! Harga Ikan Anjlok, Nelayan Somba Hanya Pasrah
Suasana aktifitas nelayan saat berada dibibir pantai Somba, Majene

Miris! Harga Ikan Anjlok, Nelayan Somba Hanya Pasrah

MAJENE, TAYANG9.COM– Nelayan Sendana kabupaten Majene keluhkan dan hanya bisa pasrah akibat harga ikan yang terus mengalami penurunan sejak sebulan terakhir. Biasanya harga normal dikisaran Rp. 5.000 ribu per kg untuk ikan Tui-tuing dan sekarang turun menjadi Rp.2.200 per kg nya.

“Kami tidak menyangka kalau harganya akan seperti ini. Biasanya punggawa membeli ikan kami sekitar 4-5 ribu rupiah per kilo. Padahal tenaga dan perongkosan lumayan banyak kita gunaka sekali melaut,” ungkap Saparuddin (42) nelayan asal Somba, kecamatan Sendana kabupaten Majene, Kamis (23/1)

Nelayan lainnya Nasri (29), juga mengeluhkan dengan penurunan harga ikan yang mencapai 2 ribu per kilo. Menurutnya, selama jadi nelayan barusan ia merasakan harga ikan semurah ini.

“Sudah lama saya jadi nelayan ikan Tui-tuing dan barusan ini saya alami harga paling murah. Bagaiman kami semakin tidak susah, harga yang sangat tidak wajar,” ucapnya

Lanjut Nasri, selama ini antara punggawa (red, tengkulak) dan nelayan tidak pernah menyepakati soal harga ikan yang di dapat. Biasanya ikan diambil tengkulak, seminggu kemudian baru dibayarkan. Jadi berapapun harga ikan yang diberikan, nelayan hanya bisa pasrah

“Itumi susahnya karena tidak pernah disampaikan berapa harga ikan kita. Dan tidak pernah memberi tahu apa alasan sehingga ikan kami dibeli murah. Kami juga heran kenapa ada tengkulak yang membayar Rp. 2.200 ada juga Rp.2.500,” tanya Nasri keheranan

About EDITOR

Alamat Redaksi: Boyang Nolpitu Berkat Pesona Manding Polewali Mandar Sulawesi Barat Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Hari Ini, Aksi Solidaritas Atas Insiden Penganiayaan Warga Polman di Papua Akan Digelar

POLMAN, TAYANG9 — Rencananya ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aksi solidaritas dan …

KNPI Polman Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Penganiayaan Warga Polman di Papua

POLMAN, TAYANG9 –  Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Polewali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]