Tuesday , July 23 2019
Home / ADVETORIAL / Manakarra Fair Dipadati Jajanan Kuliner, Habsi Apresiasi Pelaku Usaha
Bupati Mamuju Habsi Wahid, saat membuka pelaksanaan Manakarra Fair tahun 2019.

Manakarra Fair Dipadati Jajanan Kuliner, Habsi Apresiasi Pelaku Usaha

Mamuju – Tayang9 – Pelaksanaan Manakarra Fair tahun 2019, yang merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun (Hut) Mamuju ke – 479 tahun, dipadati para penjual aneka jajanan kuliner.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid, mengaku sangat mengapresiasi partisipasi para pelaku usaha juga pedagang kuliner, yang telah menyajikan berbagai jenis makan dengan rasa, dan bentuk yang unik. karena kuliner juga merupakan salah satu potensi pariwisata, yang mesti dikembangkan.

“Semakin banyak kuliner, semakin banyak pilihan jajanan yang bisa kita cicipi disini, dan kuliner juga merupkan bagian dari pariwisata. Sebenarnya kalau kita bisa kemas dengan baik,”
ucap Habsi Wahid, usai membuka Manakarra Fair, di Anjungan Pantai Manakarra, Jumat, 12/07/19.

Sementara itu di tempat yang sama, penanggung jawab kegiatan Kepala Dinas Pariwisata, dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Mamuju Usdi menyampaikan, bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan Dewan Kesenian, dan Kebudayaan Mamuju (DKKM), yang atas dukungannya akan menampilkan beragam pertunjukan seni, baik musik, tari, sastra dan ragam seni lainnya.

“Kegiatan manakarra fair 2019, akan berlangsung hingga tanggal 14 Juli. Olehnya itu, Bupati Mamuju mengajak setiap elemen masyarakat untuk dapat bersama-sama memeriahkan event tersebut,” tutur Usdi.

Untuk diketahui, event Manakrra Fair 2019, terdapat 45 peserta pelaku usaha makanan/kuliner. Selain itu ada 60 peserta dari pelaku usaha industry lokal dan nasional. Juga ada sekita 100 team e-sport, yang 80 % dari lokal mamuju termasuk dari tarailu, sisanya dari luar Mamuju seperti Polman, Majene, Mamuju Tengah, Makassar, Soppeng dan Bone.(*)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat

Mamuju – Tayang9 – Konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang …

Diduga Pecat Aparatnya Secara Sepihak, 4 Kades di Campalagian Dilaporkan ke Ombudsman

Polewali – Tayang9 – Lembaga Advokasi Masyarakat Desa (LAMDES), secara resmi melaporkan 4 Kepala Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]