BERITASTRAIGHT NEWS

Lepas Peserta KKN Tematik Literasi Unimaju, Kadis Perpusip Sulbar beri pembekalan

MAMUJU, TAYANG9 – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat Mustari Mula menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Pembekalan KKN Tematik Literasi Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) Angkatan VI di Aula Masjid Raya Suada Mamuju, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Badan Pembina Harian (BPH) Muhammadiyah Provinsi Sulawesi Barat, Rektor Unimaju beserta civitas akademika, para dosen pendamping, serta seluruh mahasiswa peserta KKN. Program KKN Tematik Literasi ini menjadi momentum bersejarah bagi Unimaju karena merupakan angkatan pertama yang mengusung tema literasi secara khusus.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, menyampaikan beberapa poin penting terkait pelaksanaan KKN Tematik Literasi:

Penyebaran Lokus KKN Unimaju: Program KKN Tematik Literasi Unimaju terdiri dari 34 lokus yang tersebar di dua kabupaten di Sulawesi Barat, yaitu Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kabupaten Pasangkayu.

Program Kolaborasi Nasional: KKN Tematik Literasi merupakan program kerja sama strategis antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan Kemendiktiristek.

Capaian Sulawesi Barat: Pada tahun 2026, Provinsi Sulawesi Barat mendapatkan alokasi total 65 lokus desa.

Sebelumnya, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) telah menyelesaikan pelaksanaan KKN di 31 lokus sejak bulan Juni hingga resmi berakhir pada 8 Agustus 2026.

Yang tetsebar di Kabupaten Polewali Mandar, Kabuoaten Majene dan Kabupaten Mamuju

Peningkatan Kegemaran Membaca: Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan buku-buku bacaan bermutu bantuan Perpusnas RI, baik yang tersedia di perpustakaan desa maupun Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Dukungan Program Daerah: Program KKN Tematik Literasi ditargetkan mampu menjadi daya ungkit utama dalam meyukseskan Gerakan Sulbar Mandarras di tingkat masyarajat.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), tetapi juga membangun budaya literasi yang berkelanjutan di desa-desa sasaran. (*)

ANDI BASO IAN

Santri Kehidupan yang Sedang Belajar Menulis

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: