Friday , February 28 2020
Home / BERITA / Bawakan Ngaji Sastra Pesantren, KH. D. Zawawi Imron Kunjungi Annangguru H. Abd. Latif Busyra

Bawakan Ngaji Sastra Pesantren, KH. D. Zawawi Imron Kunjungi Annangguru H. Abd. Latif Busyra

CAMPALAGIAN, TAYANG9 – Selain mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan di Polewali Mandar penyair sufi Asia tenggara dan penerima penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara yang juga Kiai dan Budawan Nasional D. Zawawi Imron juga secara khusus berkunjung ke kediaman Annangguru H. Abd Latif Busyra di kompleks pondok pesantren (ponpes) Salafiyah Parappe Campalagian Polewali Mandar, Ahad malam, 09 Februari 2020.

Dalam kunjungannya ke ponpes yang mengasuh dan telah melahirkan ribuan santri itu, selain melakukan diskusi khusus dengan Annangguru H. Abd Latif Busyra, KH. D. Zawawi Imron juga membawakan ceramah pengajiannya di acara Ngaji Sastra Pesantren dihadapan ratusan santri.

Dikatakan Zawawi, santri berasal dari kata shastri bahasa sanskerta yang kemudian dalam lidah masyarakat Indonesia berubah menjadi santri.

“Santri sebenarnya berasal dari kata sastra yang dalam bahasa sanskerta disebut shastri yang artinya sama dengan sastra. Sedang sastra adalah kesucian dan keindahan hanya dalam lidah kita berubah menjadi santri,” tutur Kiai D. Zawawi Imron.

Dikatakannya pula, santri adalah pembelajar yang serius mengkaji kesucian dengan membaca kitab suci.

“Santri adalah mereka yang serius mempelajari kitab dan kesucian juga keindahan dan bahasa indah salah satunya adalah bahasa sastra. Dan apalagi kalau bicara kitab suci di dalamnya memuat bahasa keindahan yang luar biasa,” ungkapnya.

Dalam acara yang berlangsung meriah itu sesekali para santri peserta ngaji sastra itu memperdengarkan tepuk riuh saat Zawawi membacakan puisi dan saat membawakan materinya dalam gaya tutur puitik pula sastrawi.

Hadir dalam pengajian itu selain sejumlah petinggi ponpes, ustad dan para guru serta santri tampak hadir pula Ustad Ridwan Hilal yang ikut memandu shalawatan bersama sejumlah santri di tengah-tengah acara Ngaji sastra pesantren itu. (*)

About EDITOR

Alamat Redaksi: Boyang Nolpitu Berkat Pesona Manding Polewali Mandar Sulawesi Barat Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Hari Ini, Aksi Solidaritas Atas Insiden Penganiayaan Warga Polman di Papua Akan Digelar

POLMAN, TAYANG9 — Rencananya ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aksi solidaritas dan …

KNPI Polman Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Penganiayaan Warga Polman di Papua

POLMAN, TAYANG9 –  Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Polewali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]