Monday , December 9 2019
Home / BERITA / Kepemimpinan Habsi-Irwan, SDK : Saya Kecewa

Kepemimpinan Habsi-Irwan, SDK : Saya Kecewa

Mamuju – Tayang9 – Mantan Bupati Kabupaten Mamuju Dua periode Suhardi Duka (SDK), mengaku kecewa terhadap kepemimpinan Habsi Wahid dan Irwan Pababari.

Menurut SDK, jika kekecewaannya pada kepemimpinan pasangan Habsi-Irwan tersebut, ditengarai banyaknya pencapaian dimasa kepemimpinannya, yang tidak mampu dipertahankan.

“Saya kecewa, terus terang sedikit saya kecewa dengan yang ada sekarang, Karena banyak hal-hal yang baik dan sudah baik tidak bisa dipertahankan,” ucap SDK, di laman terassulbar.co, Sabtu, 20/07/19.

Selain Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat tersebut juga menambahkan, bahwa kepemimpinan Habsi-Irwan gagal, untuk melanjutkan penurunan angka kemiskinan di Bumi Manakarra.

“Seperti penurunan angka kemiskinan, waktu dulu 10 tahun kita bisa menurunkan 9 persen. Saya tinggalkan angka kemiskinan itu di angka 6,5 persen. Sekarang ini boro-boro turun justru menjadi 6,7 persen atau naik 0,2 persen,” katanya.

Lebih lanjut ia membeberkan, faktor lain yang membuatnya kecewa adalah besaran alokasi anggaran pendidikan, seharusnya mencapai 20 %, namun saat ini tidak bisa tercapai lagi. Karena  menurutnya dengan dihilangkannya sejumlah program pendidikan tersebut, dinilai mampu membantu masyarakat kurang mampu dalam melanjutkan pendidikan, seperti beasiswa Manakarra, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),dan Simplikasi Intervensi Optimalisasi Layanan Anak (Siola).

“Beasiswa Manakarra itu kan sangat membantu masyarakat, utamanya golongan miskin, kalau kau tidak suka dengan nama Manakarra gantilah sesuai namamu atau siapalah, yang penting substansinya jalan. Kemudian PAUD Siola, PAUD Siola ini justru diadobsi oleh negara lain seperti Thailand. Kenapa kita hancurkan di Mamuju, dan Siola itu bukan nama saya loh.Tapi nama bahasa Mamuju, Siola yang berarti bersama-sama kita,” bebernya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Mamuju itu juga mengatakan, jika dua hal mendasar tersebut lah yang menimbulkan sedikit kekecewaan terhadap kepemimpinan Habsi-Irwan.

“Pendidikan dan kemiskinan saja, tidak usah saya bicara yang lain-lain, jika kita bahas maka akan lebih menusuk lagi,” katanya.

SDK juga menegaskan, melihat dua problem mendasar tersebut, menjadi alasan kuat bagi Partai Demokrat, untuk mencari solusi terbaik untuk Kabupaten Mamuju.

“Jadi itulah sehingga kemungkinan besar partai demokrat akan mencari langkah lain untuk Mamuju. Siapa nantinya, kita sementara melakukan kajian dan pasti yang lebih baik,” tutupnya.(RU/FM).

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

SDK Harap Kunker Mentan di Sulbar Membawa Angin Segar Bagi Pertanian

Mamuju – Tayang9 – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) wakil …

Didaulat Memimpin Projo Mamuju, Rekomendasi PDI-P Mengarah ke Sutinah (?)

Mamuju – Tayang9 – Bakal Calon (Bacalon) Bupati Kabupaten Mamuju  Tahun 2020 Sutinah Suhardi, secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]