Minggu , Juni 7 2020
Home / BERITA / Kembali, Jendela Pendidikan Berbagi Kepada Sesama

Kembali, Jendela Pendidikan Berbagi Kepada Sesama

POLMAN, TAYANG9 – Meski Ramadan tahun ini diwarnai pandemi Covid-19, semangat berbagi tak menyurutkan niat sejumlah pihak baik individu maupun lembaga atau komunitas yang ada di Kabupaten Polewali Mandar. Salah satunya adalah Komunitas Jendela Pendidikan.

Jendela pendidikan kembali melakukan aksi kemanusiaan itu sebagaimana yang juga dilakukan pada ramadan tahun lalu. Dalam kegiatannya, jendela pendidikan membagikan paket sembako kepada kaum duafa yang tersebar di beberapa titik kecamatan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar.

“Selama satu bulan kami melakukan open donasi berupa uang tunai, sembako dan masker dan alhamdulilah hari ini kami sudah bisa berbagi kepada sesama. Aksi ini juga sama seperti yang telah kami lakukan tahun lalu,” ungkap Ma’ruf disela pembagian sembako gratis di Kecamatan Anreapi.

Jendela pendidikan berharap, aksi kemanusiaan yang dilaksanakan pada pekan terakhir ramadan, Minggu 17 Mei tadi siang bisa meringankan beban warga yang tidak mampu. Apalagi, lanjut Ma’ruf, dalam kondisi seperti saat ini dampak dari wabah virus corona banyak warga yang kesulitan mengais rejeki.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh donatur yang menyisihkan sebagian rejekinya untuk membantu sesama, semoga segala kebaikan mendapat imbalan disisi Tuhan yang Maha Esa,” kunci Andi Dwiki Nursada salah satu volunter jendela pendidikan. [**]

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Satu Nyawa Tak Tertolong, RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]