Tuesday , October 15 2019
Home / BERITA / Hut Majene ke – 474, Pemuda Harap Pemkab Serius Mengurus Daerah
Jufriadi tokoh pemuda asal Kabupaten Majene.

Hut Majene ke – 474, Pemuda Harap Pemkab Serius Mengurus Daerah

Polewali – Tayang9 – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Majene ke – 474 Tahun, yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kabupaten Majene, mendapat respon dari Jufriadi tokoh pemuda Majene.

Menurut Jufriadi, selaku masyarakat Kabupaten Majene pihaknya berharap ke depanya di usianya ke 474 Tahun yang sudah cukup tua, ada perubahan signifikan ditangan pemerintah daerah saat ini.

Saya selaku pemuda yang berkecipun di KNPI Kota Makassar sangat berharap, agar pemerintah Kabupaten Majene bersama seluruh stakelholder yang ada agar serius mengurus daerah.Apa kita tidak malu melihat daerah-daerah lain yang maju, baik dari segi pelayanan pendidikan,pelayanan kesehatan dan pembangunan yang ada,” ucap Jufriadi, kepada Tayang9.com, Kamis, 15/08/19.

Selain itu ia juga menambahkan, selama kurang lebih 9 tahun, dirinya meninggalkan Kabupaten Majene, dan melihat kondisi daerah lain, dirinya tidak melihat adanya pembangunan yang signifikan di Bumi Assamalewuang.

“Sekali lagi harapan saya selaku masyarakat Majene meminta kepada pemerintah daerah, agar serius memperhatikan, dan menata kota Majene terutama di sektor pendidikan, dan kesehatan, dan pemangunan insfrastruktur yang berpihak terhadap masyarakat Kabupaten Majene,” harapnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Kambel itu juga menuturkan, jangan sampai ini hari jadi Majene hanya terkesan acara seremonial saja, tapi tak ada niat ke depannya untuk menata daerah. apalagi usianya saat ini telah memasuki umur yang sangat tua.

“Saatnya pemerintah daerah berbenah, memikirkan daerah kedepannya apalagi ini kan tak lama lagi kepemimpinan bupati Majene tak lama lagi akan berakhir, dan sudah jelas akan menatap untuk periode selanjutnya,” tuturnya.

Kambel juga membeberkan, bahwa di Kabupaten Majene sampai saat ini masih terdapat beberapa daerah, khsususnya di wilayah pelosok belum menikmati infrastruktur yang mumpuni, sehingga menurutnya salah satu tantangan utama Pemkab adalah pemerataan di masing-masing sektor.

“Ada beberapa di pelosok-pelosok di Kabupaten Majene, yang belum menikmati yang namanya infrastruktur jalan yang mulus, dan mereka sangat menginkan juga yang namanya perbaikan. Jadi tantangan pemerintah adalah bagaimana pemerataan di setiap sektor yang ada,” tutupnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ketua DPRD Sulbar Ajak Masyarakat Tolak Radikal dan Terorisme

Mamuju -Tayang9 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat Suraidah Suhardi, menghadiri …

Wiranto Ditikam, MUI Sulbar : Itu Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Mamuju – Tayang9 – Menanggapi peristiwa penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto, yang terjadi beberapa waktu lalu, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]