BERITASTRAIGHT NEWS

JSI Unggulkan Elektabilitas Habsi, Maemunis : 51 % Masyarakat Mamuju Akan Memilih Calon Lain

Mamuju – Tayang9 – Momentum Pilkada Kabupaten Mamuju tahun 2020 mendatang, kembali “memanas” setelah Jaringan Suara Indonesia (JSI), membuka hasil survey popularitas serta elektabilitas  calon Bupati Mamuju, yang mengunggulkan kubu petahana Habsi Wahid, namun hal itu justru mendapat komentar dari direktur Logos Politika, Maenunis Amin.

Sebagaimana dikuti dalam press rilis tertanggal 10/12/19, Direktur JSI Popon Lingga mengungkapkan bahwa, berdasarkan hasil survey yang dilakukannya, popularitas Habsi Wahid hingga saat ini berada diangka 93,6%, disusul Irwan Satya Putra Pababari 91,8%, dan Mantan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi 65,9%. Kemudian, Hartono 22,5 %, Muhammad Jamil Barambangi 22,0 %, Muhammad Rahmat Sanusi 20,7 %, Ado Mas’ud 18,2 %, Tri Zulkarnain Ahmad 16,1 %, Yulis Sanusi 10,2 % dan Abdul Azis 7,7 %.

“Tak hanya popularitas, elektabilitas Habsi juga tertinggi dari para pesaingnya. Ketua DPW NasDem Sulbar tersebut mengantongi 49,1 persen dan Sutinah hanya 15,2 persen. Selisihnya sekira 34 persen dan masih ada 17,3 persen pemilih belum menentukan. Yang layak maju di Pilkada 2020 di Mamuju, baru tiga nama teratas itu. Tak ada lagi nama-nama lain yang akan bertarung di Mamuju, selain mereka,” kata Wakil Direktur JSI Popon Lingga, di Grand Hotel Mulia Jakarta, Senin,09/12/19.

Selain itu ia juga menambahkan bahwa  jika dihitung berdasarkan zona, Habsi Wahid  bahkan mampu meraih partisipan rata-rata 50 % secara keseluruhan,  posisi tertinggi, di Kecamatan Mamuju dengan jumlah 60 %,  disussul Kalukku, Bonehau dan Kalumpang. Kemudian di Kepulauan Balabalakang, Simboro, Tapalang dan Tapalang barat dengan 53,0 %, Kecamatan Tommo, Sampaga serta Papalang dengan 50,9 %.

“Dukungan Habsi juga datang dari kaum milenial. Bahkan, Habsi mampu merebut suara milenial hingga 68,8 persen,” katanya.

Lebih lanjut ia membeberkan, salah satu hal yang juga menjadi dasar penilaian adalah kinerja Pemkab Mamuju dibawah kepemimpinan Habsi Wahid. Sedikitnya 64,7% masyarakat puas dengan kinerja pemerintah, antara lain di sektor keamanan yakni 85,2 %, kemudian kesehatan 75,9%, layanan publik 75,95, dan lain – lain sebagainya.

Makanya tak heran jika 53 persen warga menginginkan Habsi kembali menjabat sebagai bupati Mamuju. Hanya 23 persen yang tak menginginkan dan masih ada belum menjawab 23,2 persen. Sama halnya Irwan sebagai wakil bupati. Ada 68,0 persen warga sangat puas dan hanya ada 25,9 persen yang tak puas. Sisanya belum menentukan,” bebernya.

Popon juga mengukapkan, bahwa  untuk posisi wakil bupati, survei JSI menempatkan elektabilitas Irwan.SP. Pababari di urutan wahid dengan 55,7%, disusul Hartono 7,5%, Ado Mas’ud 4,3 %, Abdul Azis 3,0 % dan Muhammad Ramhat Sanuzi 1,4 %, dan masih ada 24,8 % warga belum memutuskan pilihannya.

“Warga memilih calon bupati karena kepribadiannya dan dianggap mampu menjawab persoalan di Mamuju, serta kemampuan calon menyelesaikan masalah. JSI melakukan survei secara independen sejak 27 November hingga 4 Desember 2019. Jumlah responden 440 orang. Berasal dari 65,9 persen masyarakat di desa dan 34,1 persen masyarakat di kota,” ungkpanya.

Popon juga menturukan, bahwa metode yang digunakan adalah Multistage random sampling, Wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner, tidak menggunakan medium lain. Dan hasilnya, Habsi memang unggul untuk posisi bupati dan Irwan sebagai wakil bupati dengan margin of eror kurang lebih 4,8%, dengan selang kepercayaan 95 %. Semua populasi pemilih di Kabupaten Mamuju memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai responden.

“Bakal calon masih memiliki waktu kurang dari setahun, sebelum hari pemungutan suara untuk berupaya meningkatkan elektabilitas, misalnya dengan menawarkan program-program yang diinginkan warga Mamuju,”tutupnya.

Menaggapi hasil survey JSI yang dirilis tertanggal 09 Desember 2019 tersebut, direktur Logos Politika Maenunis Amin, justru menilai bahwa posisi pasangan Habsi Irwan pada momentum Pilkada Kabupaten Mamuju tahun 2020 mendatang masih sangat rentang.

“Tidak ada yang baru dari rilis terbaru JSI terkait Habsi-Irwan. Survey per Januari-Februari 2019 yang lalu hasilnya juga begitu. Baik Habsi ataupun Irwan sudah dipuncak popularitas, tapi elektabilitas atau tingkat keterpilihannya masih dibawah 50%. Pergerakan elektoral keduanya justru stagnan.” Ungkap Maenunis, melalui pres rilisnya, Rabu, 11/12/19.

Selain itu ia juga menambahkan, dari dua hasil survey  baik di Bulan Februari dan Desember Tahun 2019 versi JSI, tren keterpilihan petahana di Kabupaten Mamuju belum bisa bergerak, untuk mampu menyentuh titik aman.

“Kalau diukur dari hasi survey Februari 2019 dan Desember 2019, baik Habsi ataupun Irwan tidak memiliki peningkatan elektabilitas padahal popularitasnya sudah ful di 93%. Analisa saja variabel elektabilitas dan hasil surveynya itu. Tingkat kepuasan masyarakat 64% tapi yang memilih hanya 49%. Artinya 51% masyarakat Mamuju akan memilih calon lain selain Habsi-Irwan,” ungkapnya.

Lebih lanjut  Konsultan dan pengamat politik provinsi Sulawesi Barat ini, juga menuturkan bahwa hasil survey yang dirilis oleh JSI, bisa menjadi gambaran hasil akhir perolehan petahana Habsi-Irwan di Pilkada Mamuju 2020 nanti.

“Variabel survey JSI itu menggambarkan bahwa petahana sudah mentok di angka 49% dengan margin of error 4%. Artinya, jika pemilihan hari ini berlangsung, dengan plus minus margin of eror 4% maka posisi akhir Habsi-Irwan itu adalah 45% atau 53%. Dengan angka itu, petahana masih jauh dari level aman,” tutupnya.(*/FM)

MASDAR KAPPAL

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button