Selasa , Agustus 4 2020
Home / BERITA / GP.Ansor Nilai Kapolda Membiarkan Gerakan Eks HTI Tumbuh di Sulbar
Ketua PW.GP.Ansor Provinsi Sulawesi Barat Sudirman.Az.

GP.Ansor Nilai Kapolda Membiarkan Gerakan Eks HTI Tumbuh di Sulbar

Mamuju – Tayang9 – Ketua Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP.Ansor) Provinsi Sulawesi Barat Sudirman.Az, mengaku sangat menyesalkan langkah pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Sulbar, yang telah membolehka para Eks Hizbu Tahrir Indonesia (HTI), untuk melaksanakan aksi demonstrasi di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Minggu, 08/12/19.

Sejumlah massa aksi yang menggelar Unras di Anjugan Pantai Manakarra Mamuju.

Menurut Sudirman.Az, pihaknya secara kelembagaan di GP.Ansor khususnya di Sulawesi Barat, sangat kecewa terhadap jajaran kepolisian, lantaran dinilai seakan memberi ruang bagi para eks HTI, untuk membangun gerakannya.

“Kami dari pengurus wilayah Gp Ansor Sulbar sangat kecewa kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Bapak Kapolda Sulawesi Barat, yang terkesan melakukan pembiaran terhadap perkembangan gerakan Eks HTI di Sulbar. dengan memperbolehkan, atas aksi yang dilakukan oleh Eks HTI itu, sama halnya membiarkan tumbuh kembangnya Eks HTI di sulawesi barat,” ucap  Sudirman Az, melalui press rilisnya.

Selain itu, ia juga menambahkan GP. Ansor sebelumnya secara kelembagaan, telah melakukan atau berkoordinasi ke jajaran Polda Sulbar, guna mewanti – wanti rencana gerakan yang akan dilakukan oleh Eks HTI namun hal itu justru tidak direspon oleh kepolisian.

“Dua hari yang lalu, kami sudah sampaikan kepada pihak intel kepolisian bahwa tidak apa-apa memberikan izin yang penting mematuhi SOP yang ada, seandainya pun mereka diberi izin maka tidak boleh membawa bendera selain bendera merah putih, tapi nyatanya itu tidak diindahkan, sesuai yang kita saksikan tadi di pantai, ada bendera yang dikibarkan selain merah putih dan atribut – atribut lainnya,” tutupnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Program Pamsimas Polman Wajib Menjaga Ketersediaan Sumber Air bagi Masyarakat

POLMAN, TAYANG9 – Bertempat di ruang pola kantor bupati Polewali Mandar, senin (07/07/2020) lalu. Dilaksanakan …

Ikuti Protokol Covid, Fisip Unasman Gelar Yudisium

POLMAN, TAYANG9 – Ditengah pandemik virus Corona atau Covid-19 Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]