Thursday , January 23 2020
Home / BERITA / Dugaan Korupsi Bulog di Mamuju Naik ke Tahap Penyidikan
Ilustrasi beras Bulog.(Foto : Net)

Dugaan Korupsi Bulog di Mamuju Naik ke Tahap Penyidikan

Mamuju -Tayang9 – Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Polda Sulbar), dipastikan terus mendalami kasus dugaan korupsi di Badan Urusan Logistik (Bulog), Kabupaten Mamuju.

Kasubdit Tiga Krimsus Polda Sulbar, AKBP Musa, melalui Kabid Humas AKBP Mashura menjelaskan, bahwa kasus tersebut saat ini telah masuk ke tahap penyidikan.

“Dugaan kasus korupsi Bulog, di Kabupaten Mamuju, kini ditingkatkan pada tahap penyidikan.Setelah didapatkan dua alat bukti permulaan yang cukup kasus dugaan korupsi bulog di naikkan ke tahap selanjutnya,” ucap Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura, melalui press rilisnya, Selasa, 07/01/20.

Selain itu, ia juga menambahkan, bahwa satuan Krimsus Polda Sulbar, juga telah melakukan gelar perkara terhadap kasus di Tahun 2018 itu, untuk menentukan status perkara dan hasil gelar disepakati naik kepenyidikan berdasarkan bukti yang ada.

“Atas dugaan korupsi di kantor badan urusan logistik Kabupaten Mamuju, diduga merugian keuangan negara kurang lebih 600 juta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, meski telah didapati dugaan kerugian negara tersebut, namu untuk lebih memastikan, Krimsus Polda Sulbar saat ini masih menunggu hasil audit BPK- P Sulawesi Barat.

”Soal berapa jumlah kerugian negara, kami tetap menunggu hasil audit BPK – P. Yang pastinya kasus ini sudah dalam sidik,” tutupnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Aliansi Peduli Poltek Kembali Lakukan Aksi, Wabup Majene : Bantu Kami Cari Lahan!

MAJENE, TAYANG9- Aliansi Peduli Poltek kembali melakukan aksi jilid ke II bertempat dihalaman kantor Bupati …

HMSS Bersama Polsek Sendana Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

MAJENE, TAYANG9.COM – Himpuana Mahasiswa Satu Sendana (HMSS) bersama Polisi Sektor Sendana kembali menyerahkan bantuan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]