BERITASTRAIGHT NEWS

Dua Kartu Merah, Asas Somba Imbang Lawan Manurung Fc

MAJENE, TAYANG9 – Pertandingan panas tersaji di lapangan Bura’ Sendana yang mempertemukan Asas Somba melawan Manurung Fc, Selasa (11/2). Sejak babak pertama dimulai, kedua keseblasan saling memperagakan sepak bola ofensif. Jual beli serangan terjadi dari kedua klub besar sepak bola asal Kecamatan Sendana ini.

Pertengahan babak pertama, terjadi insiden antara pemain Asas Somba dan Manurung Fc. Sehingga wasit, Punding yang cukup tegas memimpin pertandingan sore ini memaksa mengeluarkan kartu merah kepada Kapten Asas Somba, Bahar Muliadi karena dianggap melakukan aksi protes berlebihan atas pelanggaran yang di lakukan oleh pemain Manurung Fc.

Memasuki babak kedua pertandingan, tensi permainan semakin memanas. Para pemain sama-sama bernafsu mencetak gol. Sehingga untuk kedua kalinya wasit kembali mengeluarkan kartu merah juga kepada Kapten Manurung Fc, Aco Arif yang dianggap melakukan tackel keras kepada pemain Asas Somba.

Berbagai serangan yang dibangun oleh para pemain Manurung Fc mampu dipatahkan pemain belakang Asas Somba. Sementara pemain Asas Somba mencoba menguasai ritme permainan di lini tengah melalui gelandang enerjik Erik Kamase dan adiknya, Anto yang sering membangun serangan menyisir sisi sayap.

Berkali-kali kemelut terjadi di depan gawang pemain Manurung Fc, membuat kiper Manurung yang cukup kokoh dibawah mistar gawang harus jatuh bangun menghalau serangan Asas Somba. Namun sesekali Manurung Fc juga melakukan serangan balik yang di motori oleh pergerakan Rikardo Salampesi di lini tengah bersama Irham Hamid selaku kapten Manurung Fc yang masuk dibabak kedua.

Hingga wasit meniup pluit selesainya pertandingan. Tak ada gol tercipta dari kedua keseblasan. Hasil 0-0 membuat poin mereka sama di tangga klasemen sementara di turnamen Pemuda Somba Cup.

NASRUL MASSE

Anak pelaut yang ingin menulis dan membaca di daratan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]