ADVETORIAL

Bupati Majene Minta OPD Susun Kegiatan yang Realistis

Majene, Tayang9 – Forum Konsultasi Publik dan Pencanangan Musrenbang Kecamatan dalam rangka Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Kabupaten Majene tahun 2022.

Sebagai upaya pembangunan Kabupaten Majene untuk kegiatan Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Kabupaten Majene tahun 2022, Pemerintah kabupaten Majene menggelar Forum Konsultasi Publik dan Pencanangan Musrenbang Kecamatan, yang dilaksanakan di ruang Pola Kantor Bupati Majene, Rabu (24/02).

Mengingat masih dalam situasi Pandemi Covid 19, maka peserta forum dibatasi. Selain Bupati Majene hadir pula Ketua DPRD Majene, Pj. Sekretaris Kabupaten Majene, Para Staf Ahli Bupati, Asisten lingkup Setkab Majene.

Sementara peserta lain yang mengikuti secara virtual diantaranya unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Para Anggota DPRD Majene, Kepala OPD Lingkup Pemkab Majene, Kabag Lingkup Setkab Majene, Camat se Kabupaten Majene serta Para Fasilitator/Tenaga Ahli Program Pemberdayaan Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Perwakilan LSM, Perwakilan Akademisi, Perwakilan Media dan Perwakilan Organisasi Wanita.

Dalam kegiatan tersebut, Inayati Salam, Sekretaris Bapeda Majene, menyampaikan program prioritas pembangunan Kabupaten Majene Tahun 2022 sebagai salah satu panduan dalam menyamakan persepsi dan pemahaman bersama tentang pedoman pembangunan tahun 2022.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan saran, masukan dan komitmen para pemangku kepentingan sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Majene Tahun 2022 yang akan menjadi pedoman penyusunan rancangan Renja Perangkat daerah nantinya”, terang Inayati.

Bupati Majene Lukman yang membuka acara tersebut meminta kegiatan yang akan akan di susun nantinya agar realistis tidak muluk muluk, apalagi tahun ini Pemda Majene diperhadapkan pada Refocusing Anggaran atau pengurangan DAU hampir Rp 40 M.

“Kita harus bersiap juga bila tahun berikutnya terjadi hal yang sama ditahun 2022, kita masih terikat dan tergantung pada APBN dan APBD sehingga kita belum bisa mandiri. Namun, tidak perlu apatis kita harus tetap optimis mengahadapinya“ ucapnya. .

Ia juga memaparkan, masa pemerintahan Fahmi – Lukman akan segera berakhir pada bulan juni, namun ada program yang berharap masih berlanjut, yaitu pembangunan Majene Water Front City. Ia menitipkan kepada stake holder terkait terutama Bapeda dan Dinas PUPR untuk dapat dilanjutkan. Karena hal tersebut sudah tertuang dalam program jangka panjang pembangunan Majene.

“Karena kita ingin melihat Majene akan semakin cantik dan indah bila hal tersebut dapat dilanjutkan, sehingga orang yang selama ini mengatakan bahwa Majene biasa-biasa saja, akan ada peningkatan pembangunan yang nyata dan kegiatan ini menggunakan dana APBN “ pungkasnya. (hms/**)

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button