Friday , September 20 2019
Home / BERITA / Berlabuh di Perairan Mamuju, 4 Kapal Asing Diperiksa Lanal dan Imigrasi
Foto salah satu kapal asing yang diperiksa oleh Lanal dan Imigrasi Mamuju.

Berlabuh di Perairan Mamuju, 4 Kapal Asing Diperiksa Lanal dan Imigrasi

Mamuju – Tayang9 – Kantor Imigrasi Kabupaten Mamuju, yang bekerjasama dengan Lanal Mamuju melakukan pemeriksaan keimigrasian pada awak kapal yacht yang berlabuh di depan Pantai Manakarra Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis, 12/09/19.

Danlanal Mamuju Letkol Laut (P) Fahrul mengatakan, bahwa kapal Yacht tersebut tiba dan berlabuh di perairan Kota Mamuju tepatnya di depan Pantai Manakarra, Rabu,11/09/19. malam.

“Kami dari Lanal Mamuju, akan terus membantu tugas imigrasi, dan berkoordinasi terkait masalah keimigrasian, untuk melakukan pengecekan dokumen sesuai prosedur yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan laut,” ucap Letkol Laut (P) Fahrul.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa setiap kapal yacht masing-masing berawak 2 orang. dan Kapal Yatch tersebut datang dari berbagai negara diantaranya Singapura, Inggris, Swetzerland dan New Zealand.

“Adapun kapal Yacht yang diperiksa yacht EN Dian, Yacht SV Temptres Of Down, Yacht SV Javerne dan Yacht SV Mai Tai. Keempat kapal tersebut dikabarkan menepi di Mamuju karena mulai menipisnya bahan logistik. Pihak Imigrasi Mamuju mengatakan bahwa pasport yang digunakan adalah pasport wisata, serta dokumen pasport masih berlaku. Keberadaan kapal-kapal Yacht di Mamuju diperkirakan antara 3 sampai 4 hari untuk mengisi kebutuhan logistik,” tutupnya.(RIL/LAJU/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Cara KPU Mamuju Berterimakasih ke Pemilih

Mamuju – Tayang9 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju menggelar kegiatan evaluasi pasilitasi kampanye …

Tiga Komisioner KPID Sulbar Mengikuti Sekolah P3SPS

Mamuju – Tayang9 – Sebanyak 35 orang peserta dari Lembaga Penyiaran, akademisi dan Komisioner KPID, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]