BERITASTRAIGHT NEWS

Ansor Sulbar Mengutuk Keras Penikaman Terhadap Wiranto

Mamuju – Tayang9 – Menyikapi peristiwa penikaman terhadap Menpolhukam Wiranto di Pandeglang Banteng, yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD), mengundang reaksi dari Pimpinan Wilayah GP.Ansor Provinsi Sulawesi Barat.

Ketua wilayah GP.Ansor Sulawesi Barat Sudirman.Az. mengatakan, bahwa secara kelembagaan pihaknya sangat mengutuk keras peristiwa yang dialami oleh Menpolhukam itu.

“PW.GP.Ansor Sulbar mengutuk keras penikaman Pak Wiranto Menpolhukam, di Pandeglang Banteng. Beliau diundang untuk meresmikan gedung baru UNMA. Namun naasnya saat beliau baru turun dari mobilnya, yang rencananya ingin menyalami warga yang sekaligus ingin berpamitan pulang ke Jakarta langsung ditikam,” ucap Sudirman. melalui press releasenya, Jum’at, 11/09/19.

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa seluruh jajarannya di PW.GP.Ansor Provinsi Sulawesi Barat, mengaku sangat prihatin atas kondisi yang dialami oleh mantan anglima TNI periode 1998-1999 itu.

“Kami tentunya sangat prihatin atas kondisi yang dialami beliau, dan semoga luka yang dialaminya tidak parah, dan bisa beraktivitas seperti sedia kala,” katanya.

Lebih lanjut ia juga meminta pada pemerintah, untuk serius dalam menangani para pelaku tindak kejahatan khususnya di Indonesia. Mengingat oknum yang menikam mantan ketua DPP Partai Hanura itu, diduga terlibat dalam keanggotaan JAD.

“Kita kenal selama ini JAD adalah jaringan terorisme, dan atas kejadian ini saya kira pemerintah harus lebih memperkuat ekstra keamanan, karena pejabat negara setingkat Menpolhukam saja dengan begitu mudah di lukai dikerumunan orang, apalagi hanya seorang masyarakat biasa yang tidak tahu apa – apa,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Cak Dirman itu, juga mengajak pada seluruh elemen Bangsa dan khususnya masyarakat Sulawesi Barat, agar bersama bersatu padu melawan segala tindakan yang berbau radikalisme demi terciptanya ketentraman dan keamanan NKRI.

“Dan kepada para pengguna Medsos FB, IG, WA, tweeter, dan lain – lain, agar hati – hati memposting, menyebar berita yang seolah – olah bahwa penusukan Pak Wiranto itu adalah skenario, atau sengaja dilakukan orang dalam Pak Wiranto, karena itu dapat mengakibatkan kena UU ITE tentang menyebarkan berita hoax,” bebernya.

Mantan aktivis PMII itu juga mengharapkan, agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa, dan tidak kasat – kusut, serta mempercayakan masalah tersebut pada pihak keamanan, dalam hal ini kepolisian untuk menindaki pelaku penikaman.

“Dan Ansor juga yakin bahwa Bapak Kapolda Sulbar, yang selama ini kita kenal dekat dengan masyarakat Sulbar, akan mampu menciptakan rasa aman, dan memberikan perlindungan yang baik kepada kita semua di Provinsi Sulbar yang  Mala’biq. Pesan bijak “Diam lebih baik dari pada mengomentari berita secara berlebihan padahal kita tidak tahu kebenaran sesungguhnya” tutupnya. (FM)

MASDAR KAPPAL

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button