Friday , February 28 2020
Home / BERITA / Ansor Pasangkayu Akan Bawa Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ikram Ibrahim ke Meja Hijau
Ketua GP.Ansor Pasangkayu Abd.Hakim saat mengajukan laporannya ke Polres Pasangkayu.

Ansor Pasangkayu Akan Bawa Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ikram Ibrahim ke Meja Hijau

Mamuju – Tayang9 – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pasangkayu Abdul Hakim, mengaku sangat mengutuk keras perlakuan salah seorang oknum dalam hal ini Ikram Ibrahim, yang dinilai telah menghina ulama dan Banser Nahdatul Ulama (NU).

Menurut Abdul Hakim, unggahan atau postingan yang dimuat oleh pemilik akun Facebook (FB) atas nama Ikram Ibrahim tersebut, dianggap telah menghina serta mengandung unsur ujaran kebencian pada ulama, Ansor dan Banser NU.

“Kami telah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian, dan hingga detik ini tetap berkomitmen untuk membawanya ke tahap pengadilan,” ucap Abdul Hakim via telfon, Rabu,11/09/19.

Selain itu ia juga menambahkan, jika pihaknya hingga saat ini tidak mengetahui jelas tujuan dari Ikram Ibrahim melakukan hal tersebut, lantaran GP.Ansor dan Banser secara kelembagaan, tidak pernah memiliki masalah dengan mantan anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu itu.

“Kami tidak tahu apa motivasi dan tujuannya, padahal Ansor maupun Banser, tak memiliki masalah dengan yang bersangkutan.” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa postingan-postingan Ikram Ibrahim itu juga telah mendapat tanggapan beragam dari sejumlah netizen, dengan komentar – komentar yang bernada ujaran kebencian.

“Dan untuk itu, kami telah melakukan identifikasi identitas, beberapa diantara mereka lewat jejak digital yang ditinggalkan,” tutupnya.

Untuk diketahui, sebelumnya PC.GP. Ansor Kabupaten Pasangkayu, secara resmi melaporkan dugaan kasus yang menimpah Ikrab Ibrahim ke pihak kepolisian, dengan nomor laporan LP/74/IX/2019/SPKT/Res Mamuju Utara, Tanggal 11 September 2019, atas nama pelapor Abd.Hakim.(FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Hari Ini, Aksi Solidaritas Atas Insiden Penganiayaan Warga Polman di Papua Akan Digelar

POLMAN, TAYANG9 — Rencananya ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aksi solidaritas dan …

KNPI Polman Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Penganiayaan Warga Polman di Papua

POLMAN, TAYANG9 –  Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Polewali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]