Friday , September 20 2019
Home / BERITA / Ansor Pasangkayu Akan Bawa Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ikram Ibrahim ke Meja Hijau
Ketua GP.Ansor Pasangkayu Abd.Hakim saat mengajukan laporannya ke Polres Pasangkayu.

Ansor Pasangkayu Akan Bawa Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ikram Ibrahim ke Meja Hijau

Mamuju – Tayang9 – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pasangkayu Abdul Hakim, mengaku sangat mengutuk keras perlakuan salah seorang oknum dalam hal ini Ikram Ibrahim, yang dinilai telah menghina ulama dan Banser Nahdatul Ulama (NU).

Menurut Abdul Hakim, unggahan atau postingan yang dimuat oleh pemilik akun Facebook (FB) atas nama Ikram Ibrahim tersebut, dianggap telah menghina serta mengandung unsur ujaran kebencian pada ulama, Ansor dan Banser NU.

“Kami telah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian, dan hingga detik ini tetap berkomitmen untuk membawanya ke tahap pengadilan,” ucap Abdul Hakim via telfon, Rabu,11/09/19.

Selain itu ia juga menambahkan, jika pihaknya hingga saat ini tidak mengetahui jelas tujuan dari Ikram Ibrahim melakukan hal tersebut, lantaran GP.Ansor dan Banser secara kelembagaan, tidak pernah memiliki masalah dengan mantan anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu itu.

“Kami tidak tahu apa motivasi dan tujuannya, padahal Ansor maupun Banser, tak memiliki masalah dengan yang bersangkutan.” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa postingan-postingan Ikram Ibrahim itu juga telah mendapat tanggapan beragam dari sejumlah netizen, dengan komentar – komentar yang bernada ujaran kebencian.

“Dan untuk itu, kami telah melakukan identifikasi identitas, beberapa diantara mereka lewat jejak digital yang ditinggalkan,” tutupnya.

Untuk diketahui, sebelumnya PC.GP. Ansor Kabupaten Pasangkayu, secara resmi melaporkan dugaan kasus yang menimpah Ikrab Ibrahim ke pihak kepolisian, dengan nomor laporan LP/74/IX/2019/SPKT/Res Mamuju Utara, Tanggal 11 September 2019, atas nama pelapor Abd.Hakim.(FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Cara KPU Mamuju Berterimakasih ke Pemilih

Mamuju – Tayang9 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju menggelar kegiatan evaluasi pasilitasi kampanye …

Tiga Komisioner KPID Sulbar Mengikuti Sekolah P3SPS

Mamuju – Tayang9 – Sebanyak 35 orang peserta dari Lembaga Penyiaran, akademisi dan Komisioner KPID, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]