Tuesday , July 23 2019
Home / BERITA / 58 Mahasiswa UGM KKN di Sulbar, Pemprov Dorong Potensi Wisata
Opening ceremony Workshop menggali potensi pariwisata Sulbar dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

58 Mahasiswa UGM KKN di Sulbar, Pemprov Dorong Potensi Wisata

Mamuju – Tayang9 – Sebanyak 58 orang mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, saat ini tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan tersebar di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar, dalam rangka mengangkat potensi wisata Provinsi Sulbar.

Menyikapi hal tersebut, Sekertaris Provinsi Sulawesi Barat  Muhammad Idris mengatakan, keberadaan mahasiswa KKN UGM merupakan opportunity di Provinsi Sulawesi Barat, dimana para mahasiswa harus menghidupkan semangat dan cinta tanah air, serta  tidak hanya tidur dan berinteraksi dengan masyarakat belaka, tetapi mampu melakukan hal yang lebih jauh sebagaimana harapan pemerintah daerah terciptanya srategi jumping, sehingga menjadikan pulau karangpuang sebagai primadona baru dalam dunia kepariwisataan.

“Kita sulit menemukan ada pulau yang berada tepat di depan ibu kota, dan kalau kita melihat diluar negeri pasti sangat bersyukur kalau memiliki pulau seperti itu. Pulau Karampuang merupakan salah satu agenda pemerintah yang akan dijadikan sebagai destinasi wisata yang memadai. Dan tentunya  pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tetapi juga harus digerakkan berbagai pihak terkait, ” ucap Muhammad Idris, saat sambutan di acara Workshop menggali potensi pariwisata Sulbar dalam menghadapi revolusi industri 4.0 strategi pengembangan pariwisata daerah di era digital,di Aula Kantor Gubernur Sulbar, Selasa,09/07/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa salah satu upaya Pemprov dalam mengangkat pariwisata Sulbar, dengan membuat Perda pariwisata yang tidak semua provinsi mampu  memiliki hal tersebut, maka dari Sulbar dapat berbangga atas capaian yang diraih.Tetapi hal tersebut tidak cukup tanpa adanya tindakan, atau eksekusi kerja dari berbagai unsur terkait.

“Yang sulit adalah membagun konsep pariwisatanya, sebab  Sulbar merupakan daerah yang lahir dari karunia potensi alam yang luar biasa.Maka dari itu saya ingin menyampaikan  industri ini harus digerakkan oleh berbagai pihak, yang mampu melakukan kolaborasi dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid wajdi melaporkan, kegiatan tersebut merupakan  rangkaian bentuk pegabdian kepada masyarakat  Sulbar oleh Universitas Gaja Mada yang mengikut sertakan sebanyak  58 mahasiswa dan mahasiswi KKN dan tersebar di dua daerah, yaitu Kabupaten Mamuju sebanyak 30 orang , tepatnya di Pulau Karampuang dan 28 orang di Kabupaten Polewali Mandar.

“Sulbar memiliki keindahan alam, dan budaya yang sangat menarik, dan terus akan digali agar menjadi daya tarik tersendiri, sehingga dapat menjadi aset pariwisata bagi kita. Begitu pun  ucapan terimakasih kepada Universitas Gaja Mada atas pemilihan tempat KKN di Sulbar, yang diharapkan bisa menjadi industri pariwisata dimasa mendatang,” tandasnya (*)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat

Mamuju – Tayang9 – Konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang …

Diduga Pecat Aparatnya Secara Sepihak, 4 Kades di Campalagian Dilaporkan ke Ombudsman

Polewali – Tayang9 – Lembaga Advokasi Masyarakat Desa (LAMDES), secara resmi melaporkan 4 Kepala Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]