Friday , August 23 2019
Home / ADVETORIAL / Ungguli Pesaingnya Dari Polman dan Pasangkayu, Posyandu Mamuju Wakili Sulbar Ditingkat Nasional
Foto bersama tim penilai dengan jajaran pengurus Posyandu Matahari 1 Desa Sampaga.

Ungguli Pesaingnya Dari Polman dan Pasangkayu, Posyandu Mamuju Wakili Sulbar Ditingkat Nasional

Mamuju – Tayang9 – Posyandu Matahari 1 Desa Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, yang telah berhasil menjuarai lomba posyandu tingkat provinsi Tahun 2019, akhirnya di pastikan akan mewakili Sulawesi barat di ajang yang sama di tingkat nasional pada tahun 2020. mendatang.

Sebagaimana diketahui, keberhasilan Posyandu Matahari 1 itu sukses diraih setelah mengguli posyandu padi unggul dari Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, dan Posyandu berlian desa karya bersama, Kabupaten pasang kayu, yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Menyikapi raihan tersebut, Bupati Mamuju Habsi Wahid, mengaku sangat mengapresiasi atas prestasi itu, ia mengatakan raihan posyandu matahari 1 Kecamatan Sampaga adalah salah satu bukti komitmen Pemda dalam memperhatikan pengembangan anak dari usia dini, bahkan di fase 1000 hari pertama kelahiran yang menjadi salah satu fokus intervensi di posyandu, iya juga sekaligus menampik adanya opini menurunnya perhatian dalam pengembangan posyandu,

“Saya kira penghargaan sebagai yang terbaik di Sulbar menandakan posyandu kita justru semakin baik, dan wadah pengembangan dan pelayanan anak yang teritegrasi sebagaimana format SIOLA, juga terus dikembangkan oleh semua stakeholder terkait, utamanya di kecamatan-kecamatan dan desa. Bahkan telah membuahkan hasil mewakili Sulbar di kancah nasional,ini tentu tidak mudah, ucap Habsi, Jum’at, 16/08/19.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa Abd Rahim Mustafa menjelaskan, terpilihnya  Posyandu Matahari 1 dari Mamuju adalah hasil penilaian objektif dari Tim penilai ditingkat provinsi.

Salah satu barometernya adalah keaktifan para kader posyandu dan guru-guru Paud, serta adanya inovasi model terintegrasi antar beberapa layanan dasar, pada satu atap yang lebih dikenal dengan sebutan Siola di Mamuju, selain itu juga lebih dipertajam dari adanya intervensi bersama dari pemerintah desa melalui alokasi dana desa dalam rangka penguatan layanan anak di Posyandu dengan memberikan insentif kepada guru Paud maupun para kader posyandu, sehingga terlihat jelas adanya regulasi yang mendukung kinerja paud atau siola yang saling terintegrasi, jelas Rahim.

Untuk diketahui keberhasilan Posyandu Matahari 1 itu berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Nomor:188.4/436/SULBAR/VIII/2019, tentang Penetapan juara lomba Posyandu tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2019.

Berikut hasil penilaiannya.
1. Posyandu Matahari 1 Desa Sampaga, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, (26,475)
2. Posyandu Padi Unggul III, Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, (25,225).
3. Posyandu Berlian Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, (25,025).(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ombudsman Sulbar Buka Pos Pengaduan di Kecamatan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan proses tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat, tim Penerimaan dan …

Di Forum Muktamar, PKB Mamasa Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Polewali – Tayang9 – Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mamasa, dipastikan akan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]