Selasa , April 7 2020
Home / BERITA / SPR Gelar Aksi Tuntut RUU Omnibus Law

SPR Gelar Aksi Tuntut RUU Omnibus Law

POLMAN, TAYANG9 – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas perjuangannya rakyat (SPR) menggelar aksi unjuk rasa menuntut revisi rancangan undang-undang omnibus law di kantor DPRD Polman Kamis 19 Maret 2020.

Koordinator Lapangan, Irwanto mengatakan aksi yang digelar tersebut untuk menyikapi rancangan undang undang (RUU) yang dinilainya tidak pro terhadap kepentingan rakyat dan hanya menguntungkan pemodal.



“Berdasarkan hasil kajian kami RUU ini hanya menguntungkan pemodal saja dan tidak Pro terhadap kepentingan rakyat,” ungkapnya

Menurutnya jika RUU omnibus law dilegalkan oleh negara, berarti negara telah membentang lebar karpet merah bagi perusahaan multinasional dan melanggengkan oligarki kekuasaan di indonesia

Lebih lanjut massa aksi menuntut sikap DPRD untuk menyampaikan aspirasi kami ke DPR RI, karena RUU Omnibus law disusun di DPRI



Sementara itu ketua DPRD polman, Jufri Mahmud mengaku, akan meneruskan aspirasi itu ke DPR RI karena menurutnya, UU itu masih dalam proses di DPR RI.

“Aspirasi teman-teman akan kami sampaikan ke DPR RI karena di RUU ini dirancang di DPR RI,” ungkap Jufri. [*]

About RAHMAYANI

Lahir dari keluarga petani di Padang Rura dan kini memilih hidup sebagai pembelajar sekaligus jurnalis yang aktiv mengelola rumah baca Sapo Baca Todakka di Manding

Check Also

DPD II Golkar Polman Sepakat Tak Beri Dukungan Kepada Kandidat di Musda, Begini Alasannya,

POLMAN, TAYANG9 – Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Provinsi Sulwesi Barat yang sedianya akan digelar …

Akibat Langka dan Mahal, Pemuda Galeso Buat Antiseptik Ramah Lingkungan

Polman, Tayang9 – Kelangkaan antiseptik saat ini membuat sekelompok pemuda di Desa galeso Kecamatan Wonomulyo, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]