Selasa , April 7 2020
Home / BERITA / Respon Covid 19, PP Nahdlatul Ulum Sarampu Gelar Istighosah dan Khataman Al Quran
Tampak Santri PP Nahdlatul Ulum Sarampu yang diasuh oleh Kiai Muh. Arsyad tengah menyelenggarakan Istighosah dan khataman Al Quran serta doa bersama di area pondok, Senin Malam 16 Maret 2020

Respon Covid 19, PP Nahdlatul Ulum Sarampu Gelar Istighosah dan Khataman Al Quran

POLMAN, TAYANG9 – Ada banyak cara merespon wabah virus corona atau penyakit covid-19 sebagai pandemik yang kini menjadi momok dunia, tidak terkecuali Indonesia. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Pondok Pesantren (PP) Nahdlatul Ulum Sarampu.

PP yang diasuh oleh Kiai Muh. Arsyad ini tidak saja dalam bentuk mengeluarkan himbauan kepada santri dan masyarakat agar menjaga kesehatan dan kebersihan serta menjaga kontak dengan penderita yang terindikasi, namun juga dilakukan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah Swt berupa istighosah dan khatam serta pembacaan doa yang diniatkan mencegah merebaknya virus corona itu.



Acara istighosah dan khataman Al Quran serta pembacaan doa dilaksanakan di area PP Nahdlatul Ulum Sarampu, Senin malam 16 Maret 2020.

Kiai Muh. Arsyad mengatakan, istighosah dan khataman Al Quran dan doa yang dilakukan berjamaah itu dimaksudkan sebagai ikhtiar untuk menangkal penyebaran virus yang kini menjadi momok itu.

“Ini adalah doa kita kepada Alah SWT, semoga kita semua terlepas dari bala bencana penyebaran Covid-19 yang biasa disebut virus corona tersebut,” bebernya.

Dikatakan, Kiai Muh. Arsyad selaku pimpinan PP Nahdlatul Ulum Sarampu, upaya yang dilakukan tersebut merupakan benteng terakhir pondok.

“Istighasah dan khataman Al Quran serta pembacaan doa ini merupakan benteng terakhir setiap Pondok Pesantren terkhusus PP Nahdlatul Ulum Sarampu untuk menangkal permasalahan atau setiap wabah penyakit yang masuk di nusantara ini,” beber Kiai yang juga Ketua PC NU Kabupaten Polewali Mandar ini.



Dalam arahannya pada istighosah dan khataman Al Quran serta pembacaan doa itu, Kiai Muh. Arsyad meminta kepada para santrinya untuk tetap meningkatkan ketahanan spritual.

“Saya meminta kepada semua santri agar tetap meningkatkan pertahanan spritual, karena ketahanan spritual selain kita yakini bisa menangkal semua bencana dan bala, juga menjaga kejernihan dan bisa menenangkan jiwa kita,” kunci Kiai Muh. Arsyad. [**]

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

DPD II Golkar Polman Sepakat Tak Beri Dukungan Kepada Kandidat di Musda, Begini Alasannya,

POLMAN, TAYANG9 – Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Provinsi Sulwesi Barat yang sedianya akan digelar …

Akibat Langka dan Mahal, Pemuda Galeso Buat Antiseptik Ramah Lingkungan

Polman, Tayang9 – Kelangkaan antiseptik saat ini membuat sekelompok pemuda di Desa galeso Kecamatan Wonomulyo, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]