Tuesday , June 25 2019
Home / BERITA / Rahim : Keliru dan “Sesat” Kalau Ada Informasi Persoalan AAS Dibawa ke MK
Abdul Rahim. (Foto :Net)

Rahim : Keliru dan “Sesat” Kalau Ada Informasi Persoalan AAS Dibawa ke MK

Mamuju – Tayang9 – Menanggapi munculnya pemberitaan, akan rencana gugatan dari kubu calon anggota DPR-RI Anwar Adnan Saleh (AAS), yang akan membawa gugatan hasil Pemilu 17 April 2019 lalu ke Mahkamah Konstitusi (MK), mantan Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sulawesi Barat Abdul Rahim geram.

Menurut Abdul Rahim, secara personal dengan posisinya yang merangkap sebagai Ketua Kompemwil, dan Dewan Pertimbangan DPP Partai Nasdem, ia menilai AAS sudah sangat memahami proses penyelesaian apabila terdapat perselisihan di ranah internal.

“Sepengetahuan saya, Pak AAS adalah anggota dewan pertimbangan DPP Partai NasDem, merangkap Ketua Kompemwil Sulbar, sangat memahami instrumen penyelesaian ketika terjadi perselisihan internal,” ucap Rahim saat dikonfirmasi, Jum’at, 24/05/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa terkait hasil Pemilu, AD/ ART Partai Nasdem sangat tegas menyatakan, bahwa bentuk penyelesaian sengketa internal itu melalui proses Mahkamah Partai di tingkat pusat bersifat permanen. Dan di Daerah dibentuk dewan kehormatan yang bersifat ad hoc (sementara), dengan jumlah keanggotaannya terdiri atas 2 dari DPP, serta 3 dari daerah.

“Jadi saya tegaskan bahwa, keliru dan sesat kalau ada informasi menyebutkan persoalan kaka AAS itu akan dibawa ke ranah MK,” tegasnya.

Lebih lanjut anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat itu juga meminta pada seluruh kader, agar tidak latah mengomentari masalah yang secara subtansi, tidak dipahami dengan baik.

“Berkaitan dengan itu, saya meminta seluruh kader agar tidak latah mengomentari persoalan-persoalan yang secara subtantif, tidak dipahami dengan baik” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar itu, juga menuturkan bahwa prinsif dasar Partai Nasdem adalah seluruh kader dan simpatisan merupakan bahagian langsung dari keluarga besar, sehingga esok atau lusa muncul problem internal, maka pendekatan penyelesaiannya adalah konsutruksi ke-KITA-an, dengan tetap berbasis pada aspek-aspek hukum.

“Sekali lagi, perspektif kita bukan hanya berkenaan perselisihan hasil Pemilu antar kader, tetapi juga menyangkut marwah Partai Nasdem harus tetap ditegakkan,” tutupnya. (*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Bawaslu Polman Gelar Raker Penyusunan Laporan Keuangan

TAYANG9-Penyelenggara pengawasan perlu membangun komitmen dalam bekerja, utamanya terkait semua tahapan Pileg dan Pilpres yang …

Soal Pergantian GTT di Mamuju, Kadisdikpora : Kita Mau yang Disiplin

Mamuju – Tayang9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]