BERITASTRAIGHT NEWS

Pertanyakan Anggaran dan Capaian PIFAF, HMI Polman Gelar Unras

Polewali – Tayang9 – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Polewali Mandar, kembali menggelar aksi Unjuk Rasa (Unras), di Depan Kantor Bupati Polewali Mandar, Rabu, 31/07/19.

Aksi demonstrasi, yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Muh.Ridwan Al Akkas tersebut, dalam rangka menuntut transparansi anggaran, terkait pelaksanaan Polewali Mandar International Folk dan Art Festrval (PIFAF), yang rencananya akan kembali diselenggarakan pada Tanggal 01-07 Agustus 2019 mendatang.

Menurut Muh.Ridwan Al-Akkas, pelaksanaan PIFAF sebagai kebijakan dari Pemerintah Daerah, telah kali ke 4 digelar di Kabupaten Polewali Mandar, dengan alasan atau langkah untuk membangun daerah.

“Tapi betulkah bahwa yang dilaksanakan itu ada mamfaatnya bagi warga Kabupaten Polman, Sudah 4 Tahun PIFAF dilaksanakan, tapi tidak transparansi tentang anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan PIFAF ini,” ucap Ridwan.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa kehadiran wisatawan asing di Kabupaten Polewali Mandar, hanya ada di bulan Agustus, hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan tujuan utama pelaksanaan PIFAF itu sendiri.

“Jumlah pengunjung dari mancanegara yang datang ke Kabupaten Polman hanya ada pada bulan Agustus saja, sementara tujuan dari pada PIFAF ini untuk menarik infestor asing dan wisatawan Mancanegara,” bebernya.

Lebih lanjut ia menuturkan, kondisi tersebut diperparah lagi dengan Kabupaten Polewali Mandar saat ini, yang tidak pernah lepas dari persoalan sosial kemasyarakatan.

“Kabupaten Polman, sampai saat ini tidak pernah terlepasa dari 3 T, Termiskin,Terdalam,Tetinggal,” tutupnya.

Berikut tuntutan aksi dari HMI Cabang Polewali Mandar :

1.Transparansi Anggaran Polewali Mandar Internasional Folk and Art Festival, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar.

2. Mengevaluasi kinerja pemerintah daerah, dalam pengambilan kebijakan.
3.Mempertanyakan output kegiatan PIFAF.(FM)

MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button