Thursday , January 23 2020
Home / ADVETORIAL / Perlunya KPID Sulbar Untuk Bergerilya
Ketua KPID Sulbar saat menyerahkan piagam penghargaan ke narasumber Mursalim Ismail pada gelaran KPID go to campus.

Perlunya KPID Sulbar Untuk Bergerilya

Mamuju – Tayang9 – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar kembali menyasar intelektual muda Sulawesi Barat, dalam rangka memperkenalkan program kerja KPID periode 2019-2022, dengan merambah dunia kampus melalui gerakan go to campus, Senin, 11/11/19.

Ketua KPID Provinsi Sulawesi Barat April Azhari Hardi mengatakan, bahwa agenda literasi itu dilakukan untuk mendekatkan KPID kepada khalayak umum terutama ke pemuda, guna mempertegas fungsi dan tugas KPID Sulawesi Barat, khsusnya pengawasan yang tidak lepas dari amanat Undang-undang penyiaran Nomor 32 Tahun 2002.

“Sebagai contoh sering munculnya anggapan bahwa KPID adalah lembaga sensor, padahal tidak demikian. Inilah perlunya mengapa kami bergerilya menyambangi sekolah dan kampus yang ada di Mamuju,” ucap April Azhari Hardi.

Sementara itu di tempat yang sama Koordinator Bidang Kelembagaan Sri Ayuningsih, menjelaskan bahwa fokus gerakan literasi media menyasar dunia kampus, dan pada kesempatan ini KPID Sulbar menyambangi kampus yang ada di Kabupaten Mamuju, yakni STIE Muhammadiyah dan Universitas Tomakaka.

“Tahun ini kami memang menargetkan gerakanliterasi media di beberapa sekolah dan kampus, gerakan ini adalah salah satu upaya untuk menciptakan siaran sehat, berkualitas dan bermartabat yang tidak hanya menitikberatkan pada peran KPID semata, melainkan dibutuhkan peran serta aktif dan keterlibatan semua pihak apalagi menghadapi era digital nantinya,” ujar Sri.

Lain halnya disampaikan oleh Wakil Ketua I STIE Muhammadiyah Mamuju Yati Heryati, yang dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa-mahasiswi dapat menjadi agent of control, mampu menyebarluaskan informasi yang diperoleh pada hari ini bagaimana mampu memilih dan memilah mana program siaran yang baik dan benar.

“Jadilah agen yang mampu menyebarkan informasi, memilah program siaran apa yang layak ditonton, ” tutur Yati Heryati.

Untuk diketahui dalam Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh  narasumber yakni  Nursalim Ismail, dengan materi peran pemuda dalam menunjang siaran sehat, berkualitas dan bermartabat dengan moderator Ahmad Syafri Rasyid.(Advetorial KPID Sulbar)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Aliansi Peduli Poltek Kembali Lakukan Aksi, Wabup Majene : Bantu Kami Cari Lahan!

MAJENE, TAYANG9- Aliansi Peduli Poltek kembali melakukan aksi jilid ke II bertempat dihalaman kantor Bupati …

HMSS Bersama Polsek Sendana Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

MAJENE, TAYANG9.COM – Himpuana Mahasiswa Satu Sendana (HMSS) bersama Polisi Sektor Sendana kembali menyerahkan bantuan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]