Sunday , May 26 2019
Home / ADVETORIAL / Pemprov Gelar STQH, ABM : Kita Mau Jadikan Sulbar Sebagai Lumbung Qori dan Qoriah
Foto saat Gubernur Alibaal Masdar saat sambutan diacara pembukaan STQH ke - VIII.

Pemprov Gelar STQH, ABM : Kita Mau Jadikan Sulbar Sebagai Lumbung Qori dan Qoriah

Mamuju – Tayang9 – Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Alibaal Masdar (ABM), secara resmi  Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-VIII tingkat Provinsi di pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat, Minggu, 28/04/19.

Dalam kesempatannya ABM mengatakan, bahwa pelaksanaan STQ ke – VIII tersebut,merupakan program pemerintah provinsi Sulawesi Barat, yang dimana dalam pelaksanaanya diharapkan dapat memberi manfaat, serta bertujuan untuk memahami dan mengamalkan kitab suci Al-quran, serta  mampu meningkatkan ibadah, dan ketaqwaan serta lebih semangat, dalam menjalankan syariat islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita juga  mau menjadikan Sulbar sebagai lumbung qori dan qoriah, sekaligus pabrik imam mesjid dan penghafal quran. Untuk itu, kiranya kitab suci Alquran dapat dijadikan pedoman hidup yang senantiasa dibaca dan,”ucap ABM.

Selain itu ia juga menambahkan, keberhasilan STQ bukan dilihat dari semaraknya penyelenggaraan dan sejumlah prestasi yang dihasilkan ditiap cabang lomba, akan tetapi keberhasilan dalam membangun karakter, dan mental spiritual hingga menjadi masyarakat  yang religius, dan malaqbiq baik dalam perkataan maupun perbuatan.

“Saya berharap, kedepan di Sulbar ada sebuah lembaga yang dapat mencetak anak-anak generasi penghafal quran yang dapat membawa Sulbar menjadi daerah yang diberkahi, lebih maju, lebih malaqbiq dan lebih religius,” tutupnya.

Sementara itu di tempat yang sama Ketua Umum LPTQ Sulbar Muhammad Idris menyampaikan, tujuan kegiatan STQH rutin tersebut  dilakukan agar Sulawesi Barat mempunyai delegasi kuat diajang perlombaan STQH, secara nasional kedepan.

“Tidak hanya itu, tujuan utama dari STQH ialah membangun tradisi literasi Al’quran yang baik dalam syiar Islam dipemerintahan,dan daerah sekaligus dapat memberi kemanfaatan yang luas salah satunya sebagai tahfidz atau para penghafal Alquran, yang juga diperuntukkan sebagai imam mesjid,” beber Muhammad Idris.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, menginginkan sebanyak mungkin masjid diisi oleh tahfidz, dan pihaknya juga berencana untuk mendanai hal tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat bagi ummat.

“Kita mau sebanyak mungkin mesjid diisi oleh tahfidz yang kebetulan misalnya tidak cukup gaji pekerjaan tetapnya dan kita akan biayai untuk memberikan manfaat kepada ummat, bayangkan kalau kita dipinpin imam yang suaranya bagus dan cara membacanya bagus tentu saja animo beribadah di mesjid akan meningkat,” tutupnya.

Untuk diketahui, pembukaan STQH yang rencananya akan berlangsung hingga 1 Mei tersebut, dan diikuti 150 orang peserta dari enam kabupaten tersebut, dihadiri oleh anggota DPR RI komisi VIII, Andi Ruskati Ali Baal, para pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, para Bupati dan Wakil Bupati se-Sulbar, para pimpinan Vertikal, para pimpinan  dan kafilah pelatih Kabupaten Mamasa, Kabupaten Majene, Kabupaten Polman, Kabupaten Mamuju Tengah, Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Mamuju.(Advetorial Pemprov Sulbar) 

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Tim Putri SMAGA Women FC Polman Berlaga di Liga Ramadan Makassar

TAYANG9-Tim sepakbola putri SMAGA Women FC Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengikuti kompetisi Liga Ramadan, …

Ketua Nasdem Mamasa Pastikan Gugatan AAS Diselesaikan di MK Partai

Mamuju – Tayang9 – Menyikapi adanya pemberitaan, terkait rencana gugatan kubu Calon Anggota DPR-RI Anwar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]