Tuesday , July 23 2019
Home / ADVETORIAL / Masalah GTT Tak Kunjung Selesai, DPRD Sulbar Soroti Kinerja Dinas Pendidikan
Suasana Rapat Paripurna penyampaian Akhir Fraksi, dan Persetujuan bersama terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018.

Masalah GTT Tak Kunjung Selesai, DPRD Sulbar Soroti Kinerja Dinas Pendidikan

Mamuju – Tayang9 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat, menggelar Rapat Paripurna penyampaian Akhir Fraksi, dan Persetujuan bersama terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018, Selasa, 09/07/19.

Rapat  tersebut di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulbar Amalia Aras didampingi Wakil Ketua DPRD Sulbar Harun dan dihadiri Gubernur  Ali Baal Masdar, Sekeretaris Daerah Provinsi Sulbar Muhammad Idris serta sejumlah pimpinan OPD.

Dalam kesempatannya, Firman Argo selaku juru bicara fraksi Partai Demokrat kembali mengkritisi kinerja Dinas Pendidikan, karena dinilai sampai saat ini masih banyak menyisakan problem mulai prestasi pendidikan di Sulbar secara nasional berada di tingkat terendah,  belum lagi masalah Guru Tidak Tetap (GTT) yang belum juga terselesaikan.

“Ini menjadi cambuk kepada kita, pendidikan provinsi Sulawesi Barat pada saat ini sangat bobrok, perlu adanya kepedulian bagi pejabat yang menangani dunia pendidikan di Sulawesi Barat, agar supaya SDM generasi muda Sulawesi Barat, dapat pendidikan yang layak dan mampu menjadi yang terbaik kedepannya,” ucap Firman.

Sementara itu di tempat yang sama, dari Fraksi Partai Gerindra Jumiati megakui, bahwa kinerja dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, juga masih menyisakan banyak masalah, hal itu dilihat pada persentase jumlah angka putus sekolah khsususnya di Bumi Tanah Malaqbi, masih cukup tinggi.

“Selain itu juga terkait masalah guru tidak tetap sampai pada saat ini belum juga terselesaikan, beberapa faktor tersebut menjadi pemicu akan prestasi pendidikan di sulawesi barat yang saat ini berada di peringkat terendah,” tutur Jumiati.

Untuk diketahui, hampir seluruh fraksi di DPRD Provinsi Sulawesi Barat, menyoroti soal penyelesaian masalah GTT yang tak kunjung menemukan titik terang. Namun Meski demikian seluruh jajaran fraksi menyetujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 Gubernur, dan Wakilnya.(*)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat

Mamuju – Tayang9 – Konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang …

Diduga Pecat Aparatnya Secara Sepihak, 4 Kades di Campalagian Dilaporkan ke Ombudsman

Polewali – Tayang9 – Lembaga Advokasi Masyarakat Desa (LAMDES), secara resmi melaporkan 4 Kepala Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]